Diduga Ada “Jalur Khusus” Pengisian BBM di SPBU Lalosabila, Warga Minta Polres Konawe Turun Tangan ‎

oleh -132 Dilihat
oleh
SPBU Lalosabila.

Muarasultra.com, KONAWE — Dugaan adanya praktik “jalur khusus” dalam pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mencuat di SPBU Lalosabila, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

‎Dugaan tersebut disampaikan salah seorang pengantri yang mengaku menemukan adanya kendaraan yang melakukan pengisian BBM subsidi jenis Pertalite dalam jumlah yang dinilai melebihi kewajaran.

‎Menurut sumber tersebut, kendaraan roda empat itu diduga melakukan pengisian menggunakan dua barcode. Satu barcode digunakan untuk pengisian pada tangki kendaraan, sementara satu lainnya digunakan untuk mengisi jerigen berkapasitas sekitar 40 liter.

‎Kendaraan tersebut juga diduga milik seorang anggota TNI. Namun, informasi tersebut masih sebatas dugaan dari sumber dan belum mendapatkan konfirmasi dari pihak terkait.

‎Selain itu, sumber juga mengungkapkan adanya kendaraan yang disebut milik anggota kepolisian setempat yang digunakan oleh pengantri untuk mendapatkan BBM tanpa mengikuti antrean sebagaimana masyarakat umum.

‎“Mereka itu tidak antre, langsung mereka,” jelas S, Senin (10/8/2026).

‎Ia membandingkan jumlah BBM yang dapat diperoleh masyarakat biasa dengan kendaraan yang diduga mendapatkan perlakuan khusus.

‎“Kalau kita antre pakai satu barcode, Rp250 ribu sampai Rp350 ribu. Kalau mereka kali duanya, tangki sama jerigen,” ujarnya.

‎Menurutnya, praktik pengisian menggunakan dua barcode tersebut diduga tidak hanya terjadi sekali, melainkan dilakukan secara berulang. Ia juga mempertanyakan sikap petugas SPBU yang dinilai tetap memberikan pelayanan meski kondisi tersebut terjadi.

‎A berharap aparat penegak hukum, khususnya Polres Konawe, segera melakukan inspeksi dan pengawasan langsung terhadap aktivitas pengisian BBM bersubsidi di SPBU Lalosabila.

‎Ia menilai dugaan praktik tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi memengaruhi ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat.

‎“Harus ada penindakan tegas terhadap SPBU yang nakal,” tegasnya.

‎Ia juga mengaitkan persoalan distribusi BBM bersubsidi dengan tingginya harga Pertalite di tingkat pengecer yang menurutnya kini dapat mencapai Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per liter.

‎Meski demikian, seluruh dugaan tersebut masih memerlukan verifikasi dan klarifikasi dari pihak SPBU Lalosabila, Pertamina, serta institusi TNI maupun Polri terkait kendaraan dan personel yang disebut dalam informasi tersebut.

‎Masyarakat berharap pengawasan distribusi BBM bersubsidi dapat diperketat agar penyalurannya tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat yang setiap hari harus mengantre untuk mendapatkan BBM.

‎Sementara itu Kapolres Konawe, AKBP Kapolres Konawe, AKBP Edi Raharjono, menegaskan pihaknya tidak akan segan-segan menindak pihak SPBU maupun pengendara yang kedapatan melanggar aturan tersebut.

‎“Jika ditemukan, Polisi tidak akan segan-segan mengambil langkah tindakan tegas baik terhadap pihak SPBU maupun pengendara yang menggunakan tangki rakitan,” ujar Rabu (5/8/2026).

‎Edi menambahkan, ​sebagai langkah pengamanan dan penguraian kemacetan, Polres Konawe menyiagakan personel untuk melakukan pengawasan rutin di setiap SPBU.

‎Pengawasan ini difokuskan untuk memastikan distribusi BBM sesuai regulasi sekaligus mencegah praktik penyelewengan.


‎Laporan : Febri Nurhuda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *