Dinamika Daerah Tambang, Warga Konut Saling Dorong Gegara ‘Giliran’ Ambulans Ditabrak Motor Dibanting ‎

oleh -84 Dilihat
oleh
Potongan video aksi pemalangan jalan yang dilakukan warga di desa Motui, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara.

Muarasultra.com, KONAWE UTARA – Dinamika daerah tambang alias daerah dolar selalu saja membawa cerita yang berbeda, baru-baru ini beredar video disejumlah platform media sosial aksi pemalangan jalan oleh sejumlah pemuda menggunakan satu unit kendaraan motor dan satu mobil ambulans.
‎
‎Aksi pemalangan tersebut diketahui berlangsung di desa Motui, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
‎
‎Berdasarkan video yang diterima awak media, nampak dua orang pemuda menghalau akses jalan Hauling truk tambang milik PT BUMI KONAWE ABADI (BKA) menggunakan sepeda motor.
‎
‎Namun aksi keduanya dihalangi oleh warga lain. Alhasil terjadi tarik menarik hingga aksi buang diri didepan truk yang sedang melintas terjadi. Beruntung rem kendaraan berfungsi dengan baik.
‎
‎Tak berhenti disitu, sejumlah warga lain juga datang menghalau aktifitas Hauling PT BKA. Kali ini menggunakan satu unit mobil ambulans berwarna putih.
‎
‎Namun aksi ini tidak berpengaruh, truk Hauling PT BKA nomor 168 tetap melaju meski menggilas mobil ambulans yang diparkir ditengah jalan.
‎
‎Situasi semakin tak terkendali, nyaris terjadi baku hambur antar sesama warga, beruntung situasi dapat terkendali.
‎
‎Salah satu pria didalam video nampak kesal atas Pemalangan jalan yang dilakukan.
‎
‎”Nanti selesai giliranggu, kenapaka. Lihatpi kalau giliranku , saya bantu Hae kalian, selesai gilirannya kita sudahmi,” ujarnya penuh emosional.
‎
‎Pria lain dengan nada menantang, menyampaikan bahwa semua orang akan dapat giliran.

‎”Komau dapat giliran atau tidak, hah komau dapat giliran,” tanya pria bertopi kepada warga lain.
‎
‎Belum diketahui apa penyebab perselisihan ini.
‎
‎Terpisah, Kapolsek Sawa Ipda La Ode Bilhuda, S.Ip, C.PS saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon belum memberikan jawaban.
‎
‎
‎Laporan : Redaksi

‎
‎
‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *