Pengawas dan Ahli Gizi SPPG Tongauna Dinilai Gagal, Makanan Berjamur Ancam Kesehatan Anak-anak

oleh -448 Dilihat
oleh

Muarasultra.com, KONAWE – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali menuai sorotan publik. Kali ini, keluhan datang dari warga Desa Andalambe, Kecamatan Tongauna Utara, terkait kualitas menu snack yang dibagikan kepada anak-anak dan balita.

Salah satu orang tua balita, Anita Fitria, mengungkapkan kekecewaannya setelah mendapati makanan ringan MBG yang diterima anaknya dalam kondisi tidak layak konsumsi karena telah berjamur.

“Kenapa makin ke sini makin tidak terjaga kualitas MBG-nya. Kasihan anak-anak yang datang sendiri mengambil, mereka tidak tahu layak atau tidak langsung dimakan. Ini jamur bukan jamur sehari,” ujar Anita, Sabtu (17/1/2026).

Ia mengaku geram karena makanan yang sudah berjamur tersebut masih dibagikan kepada anak-anak dan balita, padahal kondisi itu sangat membahayakan kesehatan, terlebih bagi anak usia dini.

“Coba jelaskan ini salah siapa, karena katanya masing-masing dapur ada pengawas dari ahli gizi,” tegasnya.

Anita juga mempertanyakan fungsi pengawasan dalam pelaksanaan program MBG, khususnya di dapur penyedia makanan yang seharusnya memastikan kebersihan, kelayakan, dan keamanan pangan sebelum dibagikan kepada penerima manfaat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti siapa penanggung jawab Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG di Kecamatan Tongauna Utara. Media ini masih berupaya melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait untuk memperoleh penjelasan resmi.

Sebagai informasi, mengonsumsi makanan berjamur sangat berbahaya bagi kesehatan. Jamur dapat menghasilkan mikotoksin, yakni zat beracun yang tidak selalu terlihat secara kasat mata dan dapat menyebar ke seluruh bagian makanan. Dampaknya antara lain keracunan makanan seperti mual, muntah, diare, dan kram perut, reaksi alergi, hingga risiko infeksi serius pada anak-anak dengan daya tahan tubuh yang masih lemah. (Halodok.com)

Selain itu, makanan berjamur juga berpotensi terkontaminasi bakteri berbahaya seperti E. coli, Listeria, dan Salmonella. Beberapa jenis jamur bahkan menghasilkan aflatoksin yang bersifat karsinogenik atau dapat memicu kanker jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Laporan : Febri

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *