Rasmin Jaya Ciptakan Terobosan Buku dan Dorong Pemda Mubar Tingkatkan Kualitas SDM ‎

oleh -93 Dilihat
oleh
Bupati Muna Barat La Ode Darwin, Rasmin Jaya founder literasi Muna Barat.

Muarasultra.com, Muna Barat – Bupati Muna Barat La Ode Darwin apresiasi terobosan karya buku Rasmin Jaya founder literasi Muna Barat yang juga pemuda desa Maperaha yang berjudul “Transformasi dan Wacana di Era Disrupsi”,

‎Hal tersebut di sampaikan pada saat Rasmin Jaya menyerahkan hasil karyanya kepada Bupati Muna Barat, La Ode Darwin bertempat di kantornya.

‎”Saya sangat bangga ada anak daerah yang berinovasi lewat karya apa lagi sampai menulis dan menciptakan sebuah buku. Ini bisa menjadi inspirasi untuk generasi muda sekaligus menjadi rekomendasi gagasan untuk pembangunan menuju Liwu Mokesa,” Tegasnya pada 10 Agustus 2026.

‎Ia juga sangat mendukung dan mendorong penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui gerakan literasi, membaca, diskusi dan menulis agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton tetapi juga bisa berkontribusi nyata untuk masyarakat bagi pembangunan daerah yang di cita-citakan.

‎”Mengharapkan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat yang terus berkesinambungan perlu ada keterlibatan aktif semua pihak dan kolaborasi agar Liwu Mokesa bisa kita wujudkan bersama,” Harapnya.

‎Ia sangat mengapresiasi dan mendukung langkah generasi untuk terus berkarya sebab perjuangan tidak hanya di lakukan di jalanan tetapi juga dalam bentuk karya yang mungkin itu akan sangat berguna dan bermanfaat bukan hanya untuk generasi tetapi juga bisa menjadi rujukan untuk para pemangku kepentingan dalam melahirkan produk kebijakan.

‎”Kita berharap ke depan bisa lahir penulis-penulis baru dan terus membudayakan literasi agar bisa menjadi instrumen untuk terus mencerdaskan generasi dan merubah tatanan sosial kemasyarakatan,” tegasnya.

‎Dalam kesempatan tersebut, Rasmin Jaya  penulis buku “Transformasi dan Wacana di Era Distrupsi” bahwa pemerintah memiliki peran krusial dan strategis dalam membangun budaya literasi. Peran tersebut mencakup penyusunan kebijakan dan regulasi yang mendukung penguatan literasi dan pengembangan perpustakaan, hingga memperbanyak bahan bacaan.

‎”Saya sangat menyambut baik apresiasi dan dukungan dari Bupati Muna Barat yang mendorong kita terus berkarya dan menciptakan terobosan agar bisa bermanfaat untuk daerah dan masyarakat,” Tegasnya.

‎Menurut Rasmin Jaya , Pemerintah daerah memiliki peran strategis sebagai fasilitator dan dinamisator dalam pengentasan buta aksara serta peningkatan budaya literasi masyarakat. Ia berharap pengembangan literasi, termasuk literasi digital, terus diperkuat guna menekan penyebaran informasi palsu atau hoaks di tengah masyarakat.

‎“Penguatan literasi dan gerakan gemar membaca harus menjadi perhatian bersama. Ini penting untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan kualitas SDM, serta mendorong daya saing generasi muda” tegasnya.

‎Ia mengingatkan bahwa derasnya arus informasi di era digital membawa dampak negatif jika tidak disikapi dengan bijak. Oleh karena itu, masyarakat dituntut untuk lebih cerdas dalam memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh isu yang tidak bertanggung jawab.

‎Ia mengaku, karya tersebut lahir dari pergulatan pemikiran terhadap berbagai dinamika sosial, politik, dan demokrasi yang berkembang di ruang publik serta menjadi rekomendasi gagasan untuk pembangunan daerah bagi para pemangku kepentingan.

‎Meski demikian, ia memotret budaya literasi mahasiswa khususnya membaca sangat rentan sekali terjadi kemunduran dengan pesatnya arus informasi dan perkembangan globalisasi modernisasi.

‎Akibat tantangan demikian, Rasmin Jaya mendorong agar mahasiswa kembali kepada tujuannya sebagai agen perubahan dan fungsi yang sesungguhnya sebagai seorang mahasiswa agar dalam melihat dan memetakan fenomena sosial politik bisa mengedepankan analisis yang tajam objektif dan komprehensif.

‎Baginya, budaya literasi tidak boleh tergilas oleh modernisasi, karena membaca memiliki manfaat besar dalam memperdalam pengetahuan. Warisan ide dan gagasan akan menjadi bekal bagi kita saat ini dalam mengejar harapan, impian dan cita-cita.

‎Tak hanya itu, ia juga menekankan agar mahasiswa bisa terus menciptakan sesuatu yang berharga, bermanfaat baik ide untuk pembangunan maupun karya yang bisa menginpirasi generasi agar bisa berbuat lebih besar kepada daerahnya.

‎”Mahasiswa tidak hanya cukup hanya kuliah saja, tetapi harus memikirkan pasca kuliah dan keluar dari kampus mau ke mana dan harus seperti apa. Olehnya itu, mahasiswa perlu mengisi dirinya dengan organisasi sebagai proses menghadapi tantangan yang lebih besar ke depan agar lebih berdampak pada masyarakat dan daerah yang ia cintai,” Tegasnya.

‎Rasmin Jaya juga menyampaikan dukungan terhadap program strategis yang di canangkan oleh Bupati Muna Barat La Ode Darwin dengan tagline “Menuju Liwu Mokesa (Kampung Bagus) dengan memaksimalkan berbagai potensi daerah untuk pembangunan yang berkelanjutan serta kesejahteraan ekonomi masyarakat yang merata.

‎”Sebagai generasi muda kami mendukung serta ingin menjadi bagian dari mitra kritis dan strategis pemerintah daerah agar gagasan, ide, program dari pemuda bisa teraktualisasi menjadi bentuk yang kongkret,” Tegasnya.

Terakhir, dalam perjalanan kepemimpinan Bupati Muna Barat La Ode Darwin geliat program mulai di rasakan secara langsung oleh masyarakat meskipun d tengah kebijakan fiskal efisiensi anggaran ia mampu melakukan terobosan, loby dan negosiasi kepada pemerintah pusat agar bagaimana alokasi anggaran serta kegiatan bisa di pusatkan di Muna Barat yang berdampak terhadap kemajuan masyarakat.

 

Laporan : Febri Nurhuda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *