Sajikan MBG Berjamur Dapur SPPG Tongauna Terancam Tutup, Korwil: Kelalaian Mitra dan Ahli Gizi

oleh -581 Dilihat
oleh
Menu Snack MBG di Kecamatan Tongauna Utara, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Muarasultra.com, KONAWE – Buntut pemberian makanan bergizi gratis (MBG) tak layak di kecamatan Tongauna Utara, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), dapur SPPG Tongauna terancam ditutup.

Demikian disampaikan kordinator wilayah (Korwil) satuan pemenuhan dan pelayanan gizi (SPPG) kabupaten Konawe Novry Al Ikmasyah. Minggu (18/1/2026).

Dalam keterangannya, Novry menyebut mbg berjamur yang diberikan di kecamatan Tongauna, dibeli malam kamis untuk diberikan hari sabtu.

“Kelalaian Mitra, SPPG sama ahli gizi. Mereka ambil roti malam kamis untuk hari sabtu, nyatalah berjamur,” ujar Novry dalam rekaman suara yang diterima media ini.

Atas kesalahan ini, dapur SPPG Tongauna akan segera ditutup oleh direktur penanggung jawab wilayah tiga Sulawesi.

“Tutup dapurnya itu, tutup dapurnya, sama direktur wilayah 3,” tukas Novry.

Diberitakan sebelumnya, Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali menuai sorotan publik. Kali ini, keluhan datang dari warga Desa Andalambe, Kecamatan Tongauna Utara, terkait kualitas menu snack yang dibagikan kepada anak-anak dan balita.

Salah satu orang tua balita, Anita Fitria, mengungkapkan kekecewaannya setelah mendapati makanan ringan MBG yang diterima anaknya dalam kondisi tidak layak konsumsi karena telah berjamur.

“Kenapa makin ke sini makin tidak terjaga kualitas MBG-nya. Kasihan anak-anak yang datang sendiri mengambil, mereka tidak tahu layak atau tidak langsung dimakan. Ini jamur bukan jamur sehari,” ujar Anita, Sabtu (17/1/2026).

Ia mengaku geram karena makanan yang sudah berjamur tersebut masih dibagikan kepada anak-anak dan balita, padahal kondisi itu sangat membahayakan kesehatan, terlebih bagi anak usia dini.

“Coba jelaskan ini salah siapa, karena katanya masing-masing dapur ada pengawas dari ahli gizi,” tegasnya.

Anita juga mempertanyakan fungsi pengawasan dalam pelaksanaan program MBG, khususnya di dapur penyedia makanan yang seharusnya memastikan kebersihan, kelayakan, dan keamanan pangan sebelum dibagikan kepada penerima manfaat.

Laporan ; Febri Nurhuda

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *