Muarasultra.com, KONAWE – Ratusan guru dan Operator Sekolah di Kabupaten Konawe mengikuti kegiatan Coaching Clinic Perencanaan Berbasis Data Satuan Pendidikan yang di selenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe.
Berlangsung selama 4 hari (17-21/8/2023) sejak kemarin, kegiatan ini di gelar di Aula Dikbud Konawe.
Kepala bidang Pendidikan dasar (Kabid Dikdas) Kabupaten Konawe Lalan Hendrawan menyebutkan kegiatan CCPBD melalui pemanfaatan rapor pendidikan ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan yang berkesinambungan, khususnya di Kabupaten Konawe.

Dimana diharapkan setiap satuan pendidikan dapat melakukan transformasi pendidikan dalam kerangka Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar melalui perencanaan kegiatan sekolah dan pembelanjaan anggaran sekolah yang efektif dan akuntabel dengan menyesuaikan kebutuhan sekolah itu sendiri.
“Karena dengan perencanaan kegiatan yang berbasis data maka satuan pendidikan dan tenaga pendidik dapat mengidentifikasi akar masalah, melakukan refleksi dgn menganalisis data dalam rapor pendidikan, serta melakukan evaluasi untuk dijadikan sebagai dasar perencanaan yang tepat dan akurat sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan,” Lalan Hendrawan saat ditemui awak media, Jumat (21/7/2023).
Ditempat yang sama Kasi Kurikulum Diknas Konawe, Risaldin menerangkan peserta dalam kegiatan ini merupakan guru yang juga operator sekolah jenjang pendidikan TK : 177, SD : 277, SMP : 68 dan SMA/SMK : 28 peserta.

Selanjutnya kata Risal (akrabnya) dengan kegiatan ini Satuan Pendidikan diharapkan dapat mengakses dan memanfaatkan Rapor Pendidikan dalam Perencanaan Berbasis Data.
Kemudian Satuan Pendidikan dapat melakukan Implementasi terhadap Program Sekolah Penggerak, Kurikulum Merdeka, dan pemanfaatan ARKAS dalam pengelolaan Dana BOS.
“Terakhir, satuan pendidikan dapat melakukan pengimbasan terhadap Program Sekolah Penggerak, Implementasi Kurikulum Merdeka, Pemanfataan Rapor Pendidikan, serta Pengelolaan dana BOS melalui ARKAS,” bebernya.
“Jadi semua program baik itu kegiatan perencanaan hingga hasil pendidikan, pembiayaan maupun evaluasi pembelanjaan sekolah bisa dijabarkan dengan baik dan terbuka oleh tiap satuan sekolah,” pungkas Kasi Kurikulum Diknas Konawe Risaldin.
Laporan : Febri






