Muarasultra.com, KONAWE – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe memastikan SDN 1 Ulu Pohara telah diusulkan untuk menjadi salah satu sekolah yang mendapatkan Bantuan Revitalisasi yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Demikian disampaikan Pelaksana harian (Plh) Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Konawe, Ahmad Djauhari saat dikonfirmasi, Kamis (5/6/2026).
”SDN 1 Ulu Pohara kami prioritaskan untuk dapat Revit tahun ini,” ujarnya.
Ahmad mengatakan terdapat dua sumber penganggaran revitalisasi atau rehabilitasi bantuan gedung sekolah.
Yang pertama dana alokasi umum atau DAU yang melekat di APBD Kabupaten. Yang kedua dana repit yang bersumber dari APBN.
Dijelaskan, untuk bantuan bersumber dari DAU merupakan kewenangan pemerintah daerah untuk menentukan sekolah yang layak.
Sedangkan dana Revit APBN merupakan kewenangan Kementerian pendidikan dasar dan menengah.
”Bantuan rehab atau Revit sekolah diusulkan oleh operator sekolah untuk kemudian dilakukan penarikan data, jadi kalau data dapodik tidak bagus bisa menjadi kendala bagi sekolah untuk tidak mendapatkan revit,” jelasnya.
Perihal kondisi bangunan SDN Ulu Pohara yang belum sempat mendapatkan bantuan Revit, Ahmad Djauhari menduga penarikan data dapodik gagal dilakukan.
”Semua penentunya dapodik pak, jadi kalau data dapodik tidak bagus maka sekolah tersebut akan kesulitan mendapatkan bantuan Revit,” jelasnya.
Ia menambahkan untuk bantuan rehab DAU saat ini dalam tahap perencanaan, kemungkinan akan berjalan pada akhir Juni – Juli.
Sedangkan untuk bantuan Revit APBN saat ini juga dalam proses. Sejumlah sekolah sudah melakukan penandatanganan kontrak sekolah (PKS).
”Tahap pertama ada 5 SD, 1 SMP ,dan TK ada 2. Kemungkinan akan ada sekolah yang dapat ditahap kedua,” pungkasnya.
Laporan : Febri Nurhuda







