Lima Tahun Jadi Security Bank Sultra di Unaaha, Maswan Di PHK Gegara Hal Sepele

oleh -1595 Dilihat
oleh
Ilustrasi.

Muarasultra.com, KONAWE – PT Prima Utama Sultra (PUS) yang menjadi pihaknya ketiga (Vendor) Bank Sultra atau Bank Pembangunan Daerah (BPD), telah memecat seorang karyawan security yang bertugas di Bank Sultra Cabang Unaaha, Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pemecatan seorang karyawan security tersebut, hanya karena persoalan sepele yang dilontarkan petugas Security Bank Sultra didalam group Whatsapp vendor PT PUS.

Kepada awak media ini Maswan selaku security yang bertugas di Bank Sultra Cabang Unaaha mengaku ada persoalan internal di group vendor yakni ucapan yang tidak senonoh menurut pimpinan dari PT PUS selaku non muslim.

Di dalam group, Maswan menceritakan, hari itu muncul pesan dari pihaknya vendor jika gaji mereka akan dibayarkan setengahnya, alias tidak ful dalam sebulannya.

Selanjutnya di dalam group whatsapp, muncul komentar dari teman-teman security lainnya dari berbagai daerah Se-Sultra mempertanyakan kenapa gaji mereka bisa dibayarkan setengah. Apa alasan mereka tidak membayarkan ful?

Karena pihak vendor tidak satupun yang masuk memberikan penjelasan, akhirnya dia (Maswan red) masuk komentar dengan bahasa “Haleluya, Semoga Kita Dalam Lindungan Tuhan Yang Maha Esa”.

“Dari komentar saya itulah yang menjadi pemicu sehingga saya dipecat tanpa alasan yang jelas,” kata Maswan.

“Bos saya selaku Kepala Cabang Bank Sultra di Unaaha marah besar, gara-gara bahasa itu,” ucap dia.

Berawal dari situlah sehingga dirinya dipanggil untuk menghadap ke Pimpinan PT PUS di Kendari. Dirinya membuat surat pernyataan bahwa dirinya tidak akan mengurangi lagi perkataan seperti yang dilontarkan didalam group whatsapp tersebut.

Hari itu juga, dirinya menerima Surat Peringatan (SP) 1 serta Surat Perpanjangan Kontrak selama 3 bulan. Padahal menurut Maswan, masa kontrak yang masih berjalan saat itu masih lama.

“Saya kan sudah termaksud lama. Jadi kontrak kami di vendor itu kan pertahun. Tapi tiba-tiba dibuatkan kontrak baru,” heran Maswan.

Berselang beberapa hari, lanjut Maswan, muncul pesan di Whatsapp miliknya, jika pemuutusan kontrak akan berakhir di Bulan Oktober Tahun 2023 lalu. Dirinya selaku karyawan di PT PUS telah dikeluarkan alias dipecat dengan tidak hormat.

“Saya hanya terima uang Konfensasi sebesar Rp 1 juta lebih pasca saya dipecat dari vendor sebagai rasa terimakasih mereka karena sudah lama menjadi karyawan security 5 tahun,” ujar Maswan.

Terkait Pelanggaran yang patal selama bekerja sebagai security di Bank Sultra, menurut Maswan tidak satupun yang dia lakukan. Hanya saja masalah Haleluya yang dibesar-besarkan.

Sebab kata Haleluya menurutnya hal umum. Apa bedanya ketika non muslim mengucapkan salam seperti yang diucapkan muslim “Assalamualaikum” atau “Alhamdulillah”. Haleluya jika diartikan adalah “Pujilah Tuhan” apakah itu salah?

“Pemecatan mereka terhadap saya sangat tidak berdasar. Mereka sengaja mau intimidasi saya hanya gara-gara perkataan sepeleh yang dibesar-besarkan,” cetusnya.

Karena diberlakukan tidak adil, Maswan bakal mempersoalkan hal tersebut sesuai Undang-Undang Ketenakerjaan yang berlaku.

“Insya Allah selesai lebaran saya bersama pengacara akan mengugat PT PUS di Ketenakerjaan,” tegasnya.

Sementara itu, pihak PT PUS maupun Bank Sultra sampai saat ini belum bisa dikonfirmasi perihal persoalan ini.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.