Muarasultra.com, JAKARTA – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus menggenjot program konsolidasi tanah di tengah efisiensi anggaran.
“Kalau target tentu sebanyak-banyaknya, seluasnya. Kita laksanakan terus agar tanah di bumi Indonesia ini bermanfaat untuk semuanya,” kata Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid usai menyerahkan sertifikat tanah program konsolidasi tanah di Jawa Tengah kepada perwakilan warga di lingkungan Kaligawe, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur , Kabupaten Semarang, Kamis (27/2).
Nusron didampingi Dirjen Pengadaan Tanah Embun Sari, Kepala BPN Jawa Tengah Lampri, Sekda Djarot Supriyoto mewakili Bupati Semarang Ngesti Nugraha dan pejabat lainnya.
Menurut Nusron, meski terdampak efisiensi anggaran, program konsolidasi tanah akan terus bergulir.
Karena menurutnya, ini tidak hanya dari pemerintah tapi juga partisipasi masyarakat.
“Mereka merelakan tanah dua sampai tiga meter, tapi kemudian dampaknya menjadi tertata. Harga tanah menjadi naik,” ungkapnya.
Konsolidasi tanah, kata Nusron, menyasar tanah yang buntet atau buntu, di tebing-tebing, dan semrawut.
Menurutnya, tanah itu ditata, agar memiliki nilai ekonomi dan yang penting bersertifikat.
“Akses ditata, punya daya guna, nilai naik, pokoknya menjadi bagus,” paparnya.
Nusron juga menegaskan bahwa tanah yang dimiliki warga harus berfungsi sosial.
Sehingga manfaatnya dapat dinikmati oleh warga di lingkungannya.
“Jadi semua tanah di dunia termasuk Indonesia harus ada manfaatnya,” katanya.
Laporan : Redaksi






