Jurnalis Antara Alami Intimidasi di Bandara Haluoleo, Diminta Hapus Foto OTT KPK

oleh -627 Dilihat
oleh

Muarasultra.com, Kendari – Kepala Bandara Haluoleo Kendari, Denny Ariyanto, bersama tujuh anak buahnya diduga melakukan intimidasi terhadap jurnalis yang sedang melakukan peliputan keberangkatan 4 tersangka Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kolaka Timur yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dikutip dari Matalokal, dugaan intimidasi itu terjadi saat KPK hendak menerbangkan 4 orang tersangka yang terjadi OTT menuju Jakarta melalui Bandara Haluoleo Jumat (8/8) pagi

Namun, saat di Bandara Haluoleo Kendari, jurnalis Antara, La Ode Muh Deden yang sedang melakukan peliputan mengalami intimidasi oleh Kepala Bandara Haluoleo Kendari, bersama tujuh anak buahnya.

Deden mengaku sempat melakukan dokumentasi peliputan video dan foto mengabadikan momen tersangka OTT KPK melakukan pemeriksaan tiket di pintu keberangkatan bandara.

Saat itu, Kepala Bandara Haluoleo Kendari terlihat sudah menanti kedatangan rombongan KPK. Namun, saat hendak mengambil gambar, tiba-tiba Denny Arianto datang menghampiri dan melarang dokumentasi aktivitas KPK di bandara.

“Dia larang ambil gambar, katanya di situ (tempat pemeriksaan awal) daerah sensitif, tidak boleh ambil gambar,” ujar Deden masih dikutip dari Matalokal.

Denny Ariyanto lantas memberi tahu anak buahnya sambil menunjuk ke arah Deden. Deden yang merasa ditegur, mendatangi Denny yang tengah bersama tujuh anak buahnya.

Deden lalu mempertanyakan gambar apa yang tidak boleh didokumentasikan sambil memperlihatkan foto serta video di handphone-nya hingga sempat terjadi perdebatan.

Karena kalah jumlah dan dalam tekanan, Deden akhirnya menghapus beberapa gambar. Sempat tak percaya, petugas bandara kembali mengecek handphone Deden dan meminta agar seluruh gambar di bandara dihapus.

“Menurut petugas bandara, itu permintaan KPK yang tidak mau diliput dan kepala bandara tidak mau bermasalah,” jelas Deden.

Meski telah menghapus seluruh gambar, Denny Ariyanto kembali meminta anak buahnya untuk mengecek di folder penyimpanan sampah atau baru dihapus. Alhasil, Deden juga terpaksa menghapus seluruh gambar di folder itu.

“Saya terpaksa hapus, karena sudah tertekan, kalah jumlah, mereka banyak tujuh orang, saya sendiri. Jadi, sama sekali tidak ada gambar liputan,” tandasnya.

Humas Bandara Haluoleo, Nurlansa tak merespon pesan WhatsApp saat dihubungi jurnalis matalokal.com, pada Jumat siang.

Laporan : Redaksi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *