Muarasultra.com, KONAWE – Insiden fatality yang merenggut nyawa empat karyawan PT Kelompok Delapan Indonesia (KDI) site Lameruru, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kini dalam penyelidikan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kabid Pembinaan dan Pengawasan Disnakertrans Sultra, Niar dalam saat diwawancarai awak media Tegas.co mengatakan bahwa pihak telah menerbitkan surat perintah tugas untuk melakukan investasi atas insiden kecelakaan kerja yang terjadi.
”Pertama kami sudah menerbitkan surat perintah tugas terkait insiden, yang kedua pemanggilan kepada pihak perusahaan untuk mengetahui kepatuhan perusahaan terhadap perundang-undangan,” jelas Niar. Jum’at (25/9/2026).
Ia menyebutkan, investigasi ini dilakukan untuk mengetahui seperti apa kronologi peristiwa kecelakaan yang terjadi.
”Memang diberita kita liat ada empat tapi kita belum tau fakta lapangan nanti kita akan investigasi,” tegasnya.
Terkait sanksi, Disnaker Sultra akan melihat apakah ada unsur kelalaian atau human error sehingga insiden tersebut bisa terjadi.
”Nanti akan kita lihat apakah ada unsur Kelalaian, ataukah karyawan tidak terdaftar di jaminan kesehatan BPJS, itu akan kita lihat nanti,” tukasnya.
Sebelumnya, telah terjadi insiden kecelakaan kerja di wilayah pertambangan nikel PT KDI.
Dalam insiden ini, Sedikitnya lima operator alat berat eksavator tertimbun longsor. Empat orang dilaporkan meninggal dunia, satu orang selamat.
Salah satu orang saksi mata mengatakan bahwa peristiwa terjadi sekitar pukul 18.00 WITA saat pergantian sift.
Kejadian longsor terjadi dua kali.
Kejadian pertama kami langsung evakuasi diri menuju pondok.
Saat teman-teman sedang membersihkan ore yang jatuh saat longsor pertama tiba-tiba jatuh lagi longsor kedua.
”Pak Peris, Wayan, Yoga dan Brian, tertimbun semua hanya i Tajang yang Selamat walaupun setengah badannya sudah tertimbun tanah tapi masih sempat dia bernapas,” ujar saksi. Senin (22/9/2026).
Lanjutnya, peristiwa longsor terjadi begitu cepat. Tanah longsor yang menggulung membuat sejumlah korban tidak sempat menyelamatkan diri.
”Kejadiannya cepat sekali terjadi, i Brian kasian yang masih ada dalam kabin dia berupaya pacu alatnya untuk menjauh tapi tidak sempatmi,” ungkapnya.
Laporan : Redaksi







