Muarasultra.com, KONAWE SELATAN – Emak-emak di Torobulu, Kecamatan Laeya, Konawe Selatan meminta agar aktivitas penambangan PT WIN di lokasi pemukiman warga dihentikan.
Hal itu disampaikan salah satu emak-emak saat bertemu dengan Wakil Bupati Konawe Selatan, Rasyid beberapa waktu lalu.
“Kadin sama sekali tidak melarang pihakn perusahaan, Kami tidak punya hak untuk melarang, hanya kami menolak adanya penambangan di dekat pemukiman warga,” ujar salah satu emak-emak.
Ia menyebutkan aktivitas PT WIN di area pemukiman warga sangat meresahkan setempat.
“Ini perusahaan sudah keterlaluan biar dibelakang rumah di bawah dapur kalau ada ornya dia gali juga,” ujarnya menimpali.
Emak-emak ini juga mengklarifikasi pernyataan pihak perusahaan PT WIN yang menyebutkan bahwa warga Torobulu tidak akan seperti saat ini kalau perusahaan PT WIN tidak ada di Konsel.
“Dari dulu sampai sekarang kami semua bisa hidup karena bertani sayur dan tomat, bukan karena perusahaan,” katanya kesal.
Menjawab keluhan masyarakat, Wakil Bupati Konsel, Rasyid menyampaikan bahwa pihaknya turun ingin mendengarkan langsung keluhan masyarakat, terkait solusi yang akan diberikan pihaknya akan melakukan telaah terhadap pro kontra PT WIN di Torobulu.
“Kedatangan kami tidak untuk berpendapat, sampaikan saja dulu keluhannya biar kami yang buatkan telaahnya,” ujar Rasyid.
Terkait kelengkapan ijin aktivitas penambangan PT WIN di Konsel Rasyid mengaku tidak mengetahui.
“Soal ijinya lengkap saya tidak tau, karena saya juga tidak pernah lihat,” kata Rasyid saat di konfirmasi, Jum’at (6/10/2023).
Sebelumnya, beredar video emak-emak di Konsel menghadang dan menghentikan aktivitas penambangan PT WIN karena dinilai membahayakan kelangsungan hidup masyarakat.
Laporan : Febri






