Dugaan Penganiayaan di SMA 1 Wawotobi, Kepsek : Kami Meminta Maaf dan Akan Diselesaikan Secara Keluarga

oleh -491 Dilihat
oleh
Kepala SMA Negeri 1 Wawotobi, Jusmar, S.Pd., M.M.

Muarasultra.com, KONAWE – Dugaan penganiayaan siswa yang dilakukan oleh salah satu oknum guru di SMA Negeri 1 Wawotobi akan diselesaikan secara kekeluargaan.

Informasi ini disampaikan oleh Kepala SMA Negeri 1 Wawotobi, Jusmar, S.Pd., M.M, saat ditemui diruangannya, Rabu (26/7/2023).

Jusmar menerangkan atas insiden yang terjadi pihaknya meminta maaf dan telah sepakat bersama orang tua siswa untuk tidak memperpanjang persoalan ini.

“Kami akan selesaikan masalah ini secara kekeluargaan kebetulan orang tua siswa ini masih keluarga,” jelasnya.

Kepala SMA Negeri 1 Wawotobi, Jusmar, S.Pd., M.M.

Mantan Kepala SMA Negeri 1 Unaaha ini juga menyebutkan pasca kejadian pihaknya langsung menemui orang tua siswa AD yang sedang menemani anaknya di rumah sakit.

“Saya langsung kerumah sakit melihat kondisi anak ini, saya juga bertemu dengan pihak orang tua dan mereka meminta saya untuk menyelesaikan secara kekeluargaan,” tambah Jusmar.

Ihwal benarnya dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum guru disekolahnya, Jusmar tidak bisa menjelaskan secara gamblang, namun apapun dalilnya pihaknya akan bertanggung jawab.

Kalau keterangan guru RD bilang dia hanya dorong ini anak, apalagi saya punya guru ini tinggal 1 tahun pensiun dengan kondisi fisik yang sudah lanjut tidak mungkin beliau melakukan penganiayaan dan tidak ada niat sekecil apapun seorang guru untuk melak penganiayaan,” jelasnya.

Ditempat yang sama salah satu teman kelas AD siswa yang dikabarkan pingsan kemarin menjelaskan bahwa AD tidak dipukul namun didorng, kemudian AD ini memiliki riwayat penyakit dan baru saja masuk sekolah.

“Kan kita lagi berebut baju pembagian dari sekolah, pak RD dia dorong kita karena kita berkerumun. Pas dari situ kembali di kelas ini AD dia pingsan,” beber teman AD yang tidak berkenan disebutkan namanya.

Kapolsek Wawotobi Iptu Hamsar, S.H.,

Terpisah, Kapolsek Wawotobi Iptu Hamsar, S.H., mengatakan sampai saat ini belum ada laporan tentang dugaan penganiayaan di SMA 1 Wawotobi.

“Sampai saat ini belum ada laporan, kalaupun ada tentu kami akan lakukan prosedur penanganan sesuai dengan SOP,” terangnya.

Atas peristiwa ini, Hamsar mengimbau pihak sekolah untuk lebih hati-hati terhadap kemungkinan terjadinya insiden yang bisa membawa ke ranah hukum.

“Jadikan pengalaman, kalau misalnya ada kegiatan pembagian baju atau apa, lebih baik pihak sekolah atau guru yang mendatangi siswanya di kelas, supaya kita menjaga jangan sampai terjadi hal-hal yang kita duga,” tandasnya.

Laporan : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *