‎Driver DT PT Makkuraga Subkon Perumda Konasara Meninggal Dunia Usai Alami Kecelakaan Kerja, Rem Kendaraan Diduga Blong

oleh -129 Dilihat
oleh
Dump truk DT milik PT Makkuraga (Subkon Perumda Konasara) mengalami insiden Fatality di site Tapunopaka. Konawe Utara.

Muarasultra.com, Konawe Utara – Insiden kecelakaan kerja yang berujung fatal (fatality) kembali terjadi di kawasan pertambangan Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

‎Seorang karyawan PT Makkuraga yang merupakan subkontraktor Perumda Konasara, berinisial T, warga Desa Lemo Bajo, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat menjalankan tugas sebagai pengemudi dump truck (DT).

‎Berdasarkan laporan awal yang diterima awak media, peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin, 1 Juni 2026, sekitar pukul 11.27 WITA.

‎Dari kronologi sementara yang dihimpun, korban saat itu sedang melakukan aktivitas pengangkutan material ore dari Front Asaki menuju Dumping Point Eto Labengki menggunakan unit DT 832.

‎Dalam proses hauling, kendaraan yang dikemudikan korban diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman (rem blong) saat melintasi jalur MHR T.27 menuju lokasi dumping point.

‎Saat menyadari kendaraannya tidak dapat dikendalikan akibat rem tidak berfungsi, korban berupaya menyelamatkan diri dengan melompat dari unit dump truck yang dikemudikannya.

‎Namun nahas, korban mengalami cedera serius akibat insiden tersebut. Sementara itu, unit DT 832 tetap melaju tanpa kendali hingga akhirnya berhenti setelah menghantam tanggul dan menabrak area dome stock.

‎Akibat kejadian tersebut, korban dinyatakan meninggal dunia. Berdasarkan laporan sementara, korban mengalami luka berat dan pendarahan pada bagian belakang kepala serta luka sobek pada kaki kiri.

‎Pihak perusahaan menyebutkan bahwa dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah kerusakan sistem pengereman pada unit yang dikendarai korban.

‎”Demikian laporan preliminary disampaikan. Untuk informasi lebih lengkap, saat ini tim masih melakukan proses investigasi lebih lanjut,” demikian kutipan dalam laporan awal yang diterima media, Senin (1/6/2026) melalui pesan WhatsApp.

‎Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut serta mengevaluasi aspek keselamatan kerja di lokasi kejadian.


‎Laporan : Febri Nurhuda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *