Debat Pertama Pilkada Koltim, Paslon Asmara Tampil Dominan Tanpa Konsep

oleh -458 Dilihat
oleh
Pasangan Calon bupati dan wakil bupati Kolaka Timur, Abdul Azis dan Yosep Sahaka.

Muarasultra.com, KOLAKA TIMUR – Pasangan Calon Nomor Urut Satu dengan Tagline “Asmara” Abd Azis – Yosep Sahaka Mengahidiri Debat Kandidat Pertama Yang diselenggaraka Oleh Komisi Pemilihan Umum KPU Kabupaten Kolaka Timur, di Aula Pemda Koltim, Rabu Malam 23 Oktober 2024.

Turut hadir,Pjs Bupati koltim, sekda koltim, Kapolres Koltim, Kajari Kolaka, Plh.Ketua KPU provinsi, Anggota Komisioner KPU Koltim, Ketua lembaga Tim pemantau pemilu, pimpinan OPD, Tim Pemenangan dari ketiga Tim Paslon, serta insan Pers

Abd Azis dalam Orasinya Menjelaskan Visi dan Misi Serta 10 Progran Ungggulan dengan Menciptakan birokrasi yang Bersih dengan Pasilitas kesehatan yang memadai, BPJS Gtatis dan Beasiswa Gtatis serta Sertifikat Tanah gratis dan Pupuk lancar serta Jalan yang Mulus menjadi Komitmen Paslon Asmara yang di peruntukan Masyarakat Kolaka Timur dari ujung selatan lambadia sampai sudut ueesi.

“Visi Kami Menjadikan Kolaka Timur Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan dalam Ekosistem Agroindustri,untuk mencapai tujuan ini, saya bersama Yosep Sahaka telah merampungkan denngan baik untuk kesejahteraan masyarakat Kolaka Timur.”Ungkapnya yang disambut Teriakan Tim Pemenangan Asmara Lanjutkan Bupatiku

“Sehingga, saya mengajak Seluruh masyarakat Kolaka Timur bersam-sama bersinergi untuk membangun Koltim 5 Tahun kedepan, kita jadikan kolaka timur bukan hanya sebagai wilayah administrasi tetapi Koltim kita jadikan sebagai simbol kejayaan yang sejajar dengan daerah-daerah lain,Kita harus mandiri sehingga kita bisa memasktikan potensi-potensi yang ada, 11 tahun kolaka timur harus sehingga pasangan Asmara telah merampungkan visi-misi dan 10 program unggulan untuk kesejahteraan masyarakat koltim.

Abd Azis Mengungkapkan Salah satu 10 program ungulan diantaranya dibidang pertanian dan perkebunan, sehingga pihaknya memastikan pupuk yang lancar dan listrik masuk sawah dapat memberikan dampak hemat kepada para petani, sehingga hasil produksi petani akan meningkat dengan baik.

“Listrik Masuk Sawah salah satu Program Unggulan kami dimana nantinya Petani tidak akan lagi mengeluarkan biaya operasional yang tinggi, karena kalalu biaya Operasional rendah maka hasil Produksi petani akan meningkat serta dengan Pemberian Pupuk yang Berkualitas dan lancar itu menjadi bagian penting untuk kesejahteraan masyarakat koltim.Ujarnya

Selanjutnya, Menjawab Pertanyaan Panelis dengan Subtema tentang Kebudayaan, bagaimana kebijakan strategis Paslon Asmara dalam membangun sarana dan prasarana Budaya yang ada dikolaka timur.

Abd Azis menjawab dengan lantang pertanyaan dari Panelis terkait pembangunan Budaya.”Kami Sudah Programkan nantinya akan membangun Rumah adat Tolaki dengan menyiapkan tanah, hal itu kami sudah persiapkan, desainya juga sudah ada, tanahnya di desa tawainalu,kita akan menjadi matahari tanpa diskriminasi dalam pembangunan budaya dikolaka timur serta menjadikan Situs-situs budaya yang ada di koltim ditumbuh kembangkan salah satunya pelestarian situs budaya di kampung Tua Tamosi.”Bebernya

Lebih lanjut, Abd Azis Menjawab Pertanyaan Kedua Panelis terkait langkah strategis dalam memajukan kebudayaan didaerah Kabupaten kolaka Timur.

“Kami akan mewujudkan salah satu Program unggulan dengan peningkatan Budaya yang ada di Kolaka Timur dengan mempersiapkan lahan dan desain pembagunan rumah adat,ditahun 2025 akan kita bagun pisiknya,memaksimalkan ritual mosehe, dan Memberikan Intensif yang lebih baik bagi Para Tolea Se Koltim 5 Tahun kedepannya.”Jelasnya

“Selama 2 tahun 1 bulan rumah jabatan tidak menjadi tembok pembatas untuk masyarakat Koltim terbuka 1×24 Jam,sehingga selain pengembangan serta pelestarian Situs budaya, kami juga akan terus lestarikan membuka rumah Jabatan untuk masyarakat koltim, sehingga tidak ada jarak dengan Pemimpin serta masyarakat kolaka timur.”Sambungnya

Lebih Lanjut Abd Azis merespon pertanyaan panelis terkait pelestarian Seni dan budaya yang ada di Kolaka Timur sebagai kearifan lokal.

“Saya sudah Mengunjunggi 117 desa, 16 kelurahan dan 12 Kecamatan.

Laporan : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *