Irjen Imipas Copot Lima Pejabat Lapas Cibinong Bogor, Lakukan Investigasi Temuan Ombudsman

oleh -76 Dilihat
oleh

Muarasultra.com, JAKARTA – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) menonaktifkan total lima pejabat Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat.
‎
‎Inspektur Jenderal Kementerian Imipas, Rudi Setiawan menyebut penonaktifan itu dilakukan pihaknya dalam rangka menginvestigasi temuan fasilitas mewah dari Ombudsman.
‎
‎”Kami menonaktifkan 5 pejabat struktural yang diduga ya bertanggung jawab terkait peristiwa yang ditemukan oleh Ombudsman,” ujarnya dalam konferensi pers, Sabtu (26/9/2026).
‎
‎Diketahui lima pejabat yang dinonaktifkan tersebut merupakan;
‎
‎1. Kalapas, Wisnu Hani Putranto, A.Md.IP., S.H., M.Si. (Kalapas Kelas IIA Cibinong Non Aktif)
‎
‎2. Adi Nugroho Nur Wichaksono, A.Md.IP., S.H. (Kasi Keamanan dan Ketertiban/Kamtib Non Aktif)
‎
‎3. I Gusti Bagus Widya Putra (Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas/KPLP Non Aktif)
‎
‎4. Yhosep Jhon Ferry, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Kasi Binadik) yang bertanggung jawab atas evaluasi, pemberian remisi, serta pelaksanaan program asimilasi.

‎5. Deni Sugiarto. Kepala Urusan Umum (Kaur Umum). Deni dinonaktifkan karena membidangi inventarisasi dan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN).
‎
‎Rudi mengatakan usai diberhentikan kelimanya akan langsung diperiksa terkait seluruh temuan fasilitas mewah yang ada.
‎
‎”Akan kami lakukan pemeriksaan, bagaimana peristiwa atau kondisi yang terjadi sampai ditemukan dan sampai hari ini.” tuturnya.
‎
‎Sebelumnya, Anggota Ombudsman, Syafrida Rachmawati Rasahan mengatakan ada sejumlah bangunan berfasilitas lengkap yang ditemukan timnya di area Lapas Cibinong.
‎
‎Bangunan tersebut dilengkapi ruang tamu, ruang tidur, ruang makan, dapur, televisi, kulkas, serta berbagai perlengkapan rumah tangga lainnya.
‎
‎Tim Ombudsman sempat meminta keterangan salah seorang penghuni fasilitas tersebut. Orang itu berstatus warga binaan alias narapidana dan mengaku membayar untuk bisa menempatinya.
‎
‎Namun, Ombudsman belum memperoleh informasi soal besaran harga sebab saat meminta keterangan, tim terhalang petugas yang mendatangi lokasi.
‎
‎Syafrida juga mengatakan di area hunian mewah, ada fasilitas gym yang sedang dibangun dan rencana pembangunan minigolf. Ombudsman juga menemukan kulkas yang berisi botol minuman keras di wilayah klaster ini.
‎
‎
‎Laporan : Febri Nurhuda
‎

‎
‎
‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *