Muarasultra.com, KONAWE – Wartawan abal-abal alias palsu kembali beraksi di kabupaten Konawe.
Kali ini yang menjadi korban bukan Kepala Desa ataupun Kepala dinas akan tetapi Kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Amonggedo.
Hasilnya uang tunai 5 juta rupiah dibawa kabur wartawan abal-abal ini setelah melakukan pengancaman kepada sang Kepala sekolah yang malang.
Kronologi bermula pada tanggal 24 November tahun 2025 seorang pria berinisial AS wartawan Jurnal Polisi mendatangi sekolah Madrasah ibtidaiyah di desa Mataiwoi, Kecamatan Amonggedo.
AS kemudian mengisi buku tamu sekolah. Ia juga menuliskan maksud dan tujuannya ke sekolah tersebut.
Ia kemudian menanyakan pengelolaan dana BOS Madrasah itu, SK manajemen dana bos dan semua hal yang berhubungan dana bos ditanyakan.
Hingga akhirnya wartawan Jurnal Polisi AS ini meminta uang 5 juta rupiah kepada Kepala Madrasah yang bernama Warni, S.Pdi. Apabila uang itu tidak diberikan maka AS akan melaporkan ke pihak Kejaksaan atas dugaan penyalahgunaan dana bos.
Takut akan ancaman sang Kepala sekolah yang merupakan seorang perempuan akhirnya memberikan uang 5 juta rupiah agar AS segera pergi dari sekolah itu.
Namun, Warni bersama 6 guru disekolah tersebut akan melaporkan dugaan pemerasan dan penipuan yang dilakukan oleh AS ke Polres Konawe berikut surat pernyataan dan bukti buku tamu akan dilampirkan.
“Dia mengaku wartawan, dia ancam kalau tidak dikasi uang da mau lapor di Kejaksaan,” ujar salah satu guru yang minta dirahasiakan namanya.
Ia pun mengungkap bahwa oknum yang mengatasnamakan wartawan kerap melakuka pemerasan di sekolah-sekolah. Mereka mengaku akan melapor ke Polisi atau Kejaksaan jika permintaan mereka tidak di penuhi.
Laporan : Febri Nurhuda






