Viral! Tiga Gedung Koperasi Desa Merah Putih Berdiri Berdampingan di Bawah Jembatan Toronipa, Warganet Pertanyakan Efektivitasnya

oleh -114 Dilihat
oleh
Tiga Bangunan Koperasi Merah Putih di Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.

Muarasultra.com, KONAWE – Sebuah video yang memperlihatkan tiga bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) berdiri saling berdekatan di bawah jembatan Jalan Kendari–Toronipa, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), viral di media sosial, Minggu (12/7/2026).

‎Dalam video yang beredar luas di berbagai platform media sosial, terlihat tiga bangunan koperasi berdiri di kawasan pesisir pantai dengan jarak yang sangat berdekatan. Ketiganya bahkan tampak berada tepat di sisi jembatan Jalan Kendari–Toronipa.

‎Keberadaan tiga gedung koperasi dalam lokasi yang nyaris berdampingan itu memicu perhatian publik. Sejumlah warganet mempertanyakan efektivitas pembangunan fasilitas tersebut, mengingat jarak antargedung yang dinilai terlalu dekat.

‎Beragam komentar pun bermunculan. Sebagian mempertanyakan dasar perencanaan pembangunan, sementara lainnya berharap pemerintah dapat memberikan penjelasan mengenai tujuan dan fungsi masing-masing bangunan koperasi tersebut.

‎Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga bangunan KDMP tersebut masing-masing berada di wilayah Desa Leppe, Desa Bajo Indah, dan Desa Mekar, Kecamatan Soropia.

‎Meski secara administratif berada di desa yang berbeda, letak geografis ketiganya tampak berdekatan sehingga memunculkan persepsi seolah dibangun dalam satu kawasan.

‎Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai alasan penempatan ketiga bangunan koperasi tersebut dalam lokasi yang berdekatan maupun konsep pemanfaatannya.

‎Kepala desa Bajo Indah, Subohan saat dihubungi melalui pesan WhatsApp dan sambungan telepon belum tersambung.
‎Awak media masih berupaya menghubungi Pihak-pihak terkait .

‎Viralnya video itu pun menjadi sorotan masyarakat yang berharap pemerintah dapat memberikan penjelasan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah publik, sekaligus memastikan pembangunan yang menggunakan anggaran negara benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat desa.


‎Laporan : Febri Nurhuda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *