Tak Dapat Kuota PPPK Paruh Waktu, Ratusan Guru Honor di Kabupaten Konawe Gelar Aksi Demontrasi

oleh -1227 Dilihat
oleh
Aksi demontrasi guru honorer di Kabupaten Konawe.

Muarasultra.com, KONAWE – Ratusan guru honorer di Kabupaten Konawe menggelar aksi demontrasi di Kantor Bupati Konawe, Selasa (16/9/2025).

Aksi ini merupakan respon atas pengumuman perekrutan PPPK Paruh Waktu Kabupaten Konawe yang tidak meluluskan satu orang pun tenaga guru.

Mengenakan baju PGRI berwarna putih, para guru ini melakukan orasi, menyampaikan aspirasi dan kekecewaan mereka kepada pemerintah Kabupaten Konawe secara bergantian.

Salah satu orator aksi Leris menyampaikan aksi unjuk rasa ini ditempuh atas kekecewaan para guru yang memuncak. Merasa tidak dianggap dan dihargai.

Aksi demontrasi ratusan guru di kabupaten Konawe menuntut diangkat menjadi PPPK.

“Ini merupakan bentuk kekecewaan kami kepada pemerintah, kami ini benar-benar melaksanakan tugas dan memberikan kontribusi bagi anak-anak generasi bangsa, tetapi kami dikhianati oleh pemerintah sendiri,” ujar Leris dengan nada kecewa.

Lebih lanjut, Leris menyebutkan pemda Konawe telah melakukan penghianatan atas keputusan Menpan-RB no 16 tahun 2025 tentang pengangkatan PPPK Paruh Waktu.

“Didalam surat keputusan Menpan-RB diktum ke 2 – ke 7 jelas, bahwa pengangkatan PPPK paruh waktu diprioritaskan tenaga guru dan kesehatan. Namun alih-alih lulus justru kami kembali mendapatkan kabar memilukan,” tambah Leris.

Aksi demontrasi guru honorer di Kabupaten Konawe.

Sementara itu, Samsidar juga menyampaikan bahwa tenaga guru seharusnya mendapatkan kuota dalam penerimaan PPPK Paruh Waktu, akan tetapi justru pemerintah lebih memprioritaskan tenaga teknis yang kami duga merupakan titipan dari oknum pejabat.

Menanggapi hal ini, Kepala BKPSDM Kabupaten Konawe Suparjo menyebutkan bahwa pengangkatan PPPK paruh waktu untuk tenaga guru tidak dapat dilakukan karena pemda Konawe tidak memiliki kemampuan anggaran untuk membayar gaji.

“Satu hal yang ingin kami sampaikan, pemda saat ini tidak mampu membayar tenaga PPPK paruh waktu guru, sehingga saat ini kami sedang berupaya mencari formula untuk memastikan semua rekan-rekan bisa terakomodir,” ujar Suparjo.

Kepala BKPSDM Kabupaten Konawe, Suparjo.

Dijelaskan, saat ini tenaga honorer di kabupaten Konawe berjumlah 7 ribuan, untuk tenaga guru sekitar 1.900. Tentunya semua pengusulan ini dilakukan dengan kemampuan keuangan daerah yang sudah dihitung oleh BAPPEDA dan TAPD kabupaten Konawe.

Oleh karena itu, Suparjo bilang pada hari Jum’at akan memenuhi undangan coaching clinic bersama kemenpan-RB. Suparjo berjanji akan menyampaikan aspirasi ratusan guru agar bisa diangkat menjadi PPPK.

Laporan : Febri Nurhuda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *