Muarasultra.com, KONAWE UTARA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan kepada siswa SD Negeri 2 Molawe, Kabupaten Konawe Utara, menuai keluhan dari sejumlah siswa. Keluhan tersebut muncul setelah ditemukan makanan yang diduga tidak layak konsumsi, salah satunya telur yang disajikan dalam paket makanan. Senin (27/7/2026).
Keluhan siswa terungkap melalui surat kaleng yang ditulis dan disisipkan di dalam ompreng atau wadah makanan yang dikumpulkan kembali setelah jam makan selesai.
Dalam salah satu surat yang ditemukan, seorang siswa menyampaikan protes terkait kondisi telur yang diterimanya.
”Kak saya tidak bermaksud untuk menghina, ini telurku busuk, lain kali kalau kita kasih MBG kita liat-liat dulu,” tulis siswa tersebut.
Selain keluhan mengenai telur yang diduga sudah tidak layak konsumsi, sejumlah paket makanan juga terlihat tidak dimakan atau tidak dihabiskan oleh para siswa.
Salah seorang guru SD Negeri 2 Molawe mengungkapkan bahwa surat-surat berisi keluhan dari siswa bukan kali pertama ditemukan. Menurutnya, setiap kali terdapat masalah pada menu yang disajikan, beberapa siswa memilih menyampaikan keluhan melalui tulisan yang disisipkan saat pengembalian ompreng dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Molawe.
”Surat seperti ini sering ditemukan ketika kami sedang mengemas kembali ompreng dari SPPG Molawe. Biasanya siswa menulis jika ada makanan yang menurut mereka bermasalah atau tidak sesuai,” ujar guru tersebut.
Keluhan para siswa ini menjadi perhatian karena program MBG bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi dan kesehatan peserta didik. Oleh karena itu, kualitas bahan makanan serta proses pengolahan dan distribusi makanan diharapkan mendapat pengawasan yang lebih ketat agar makanan yang diterima siswa tetap aman dan layak konsumsi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG Molawe belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan para siswa SD Negeri 2 Molawe tersebut.
Laporan : Febri Nurhuda







