CCTV Rekam Balita Menunggu Ayah Pulang, Kisah Driver Ojol Kolaka Ini Menguras Air Mata

oleh -140 Dilihat
oleh
Properti by Kisahan.id

Muarasultra.com, KENDARI – Setiap kali notifikasi pesanan masuk ke telepon genggamnya, Tri Rama Dandi (26) langsung menyalakan sepeda motor dan berangkat mengantar penumpang. Di balik pekerjaannya sebagai pengemudi ojek online di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), tersimpan kisah yang membuat banyak orang menahan haru.

‎Pria kelahiran 1999 itu kini menjalani hidup sebagai ayah tunggal bagi putranya, Muhammad Al-Faizih, yang baru berusia 1 tahun 7 bulan. Setelah rumah tangganya berakhir pada 2025, Tri Rama memutuskan memikul seluruh tanggung jawab seorang diri. Sejak saat itu, ia bukan hanya menjadi pencari nafkah, tetapi juga sosok ibu yang selalu berusaha menghadirkan kasih sayang untuk buah hatinya.

‎Di sebuah kamar sederhana, kehidupan mereka berdua berlangsung. Tidak ada pengasuh, tidak ada tempat menitipkan anak. Yang ada hanya seorang ayah yang setiap hari berjuang agar dapur tetap mengepul dan masa depan putranya tetap memiliki harapan.

‎Saat menerima pesanan dengan jarak dekat, Tri Rama terpaksa meninggalkan putranya sendirian di dalam kamar. Agar rasa cemasnya sedikit berkurang, ia memasang kamera CCTV yang terhubung ke telepon seluler.

‎Rekaman dari kamera itu kemudian viral di media sosial. Dalam video tersebut, Al-Faizih tampak meminum susu seorang diri, sesekali berbaring di kasur kecil, lalu bangun lagi seolah menunggu pintu terbuka dan ayahnya pulang. Pemandangan sederhana itu justru membuat jutaan orang tersentuh.

‎“Sistem kerja saya mobile. Setiap selesai satu order, saya langsung kembali ke kos untuk mengecek anak,” ujar Tri Rama melansir Kisahan.id, Minggu (26/7/2026).

‎Namun, jika pesanan mengharuskannya menempuh jarak lebih dari tiga kilometer, pemilik akun TikTok Om Maxim itu memilih membawa putranya ikut bersamanya.

‎Baginya, rasa lelah bekerja tak sebanding dengan kekhawatiran jika harus meninggalkan anak terlalu lama.

‎Di balik ketegarannya, Tri Rama mengaku pernah berada pada titik paling gelap dalam hidup. Rasa putus asa sempat membuatnya berpikir untuk mengakhiri hidup.

‎“Hal terburuk yang pernah terpikirkan adalah bunuh diri. Anak adalah alasan saya masih ada sampai sekarang,” tuturnya. Sumber (Kisahan.id)


‎Laporan : Redaksi

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *