Silaturahmi di Uepai Paslon HADIR Disambut Prosesi Adat Mombesara : Kenota Inggomiuki Nggo Inaepo Hae

oleh -542 Dilihat
oleh

Muarasultra.com, KONAWE – Acara silaturahmi bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Konawe Harmin Ramba dan Dessy Indah Rachmat berakronim HADIR, di Kecamatan Uepai Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), disambut dengan prosesi adat “MOMBESARA”, Sabtu (21/9/2024).

Acara mombesara merupakan prosesi adat suku Tolaki saat menyambut tamu terhormat, tamu penting atau pemimpin.

Pantauan awak media, Harmin Ramba dan Dessy Indah Rahmat didampingi Ketua DPD Gerindra Sultra, Andi Ady Aksar, Tokoh masyarakat Kabupaten Konawe, H.Yusran Taridala, H. Litanto, Mantan Camat Lambuya H. Loyman, Sumaja, Nurhadi, Akbar mantan Camat Onembute.

Dalam prosesi adat sara mondotambe (penyambutan), pabitara (pembicara adat) mendoakan agar kelak jika Harmin Ramba dan Dessy Indah Rahmat diberikan kepercayaan menjadi pemimpin di Konawe agar menjadi pemimpin yang menyatukan semua anak bangsa.

“Inggomiu pribadi pak Harmin Ramba, Inggomiu ibu Dessy indah Rahmat, kenotaa inggomiuki nggo inaepo hae ?? kenotaa hendeinoko nggo teopiapo hae??, niino inggomiu oliwi O sara, keno dunggu oleono mohina teo pua, ai petuarangii tekoro medalei, ai wawei o lipu ulusalake wonua , ai potoroi bandera ano mondulo iyamo nomonggee, kei wawei O lipu ano merete ano menggena, iyamo I pombisi pisi iyamo I ponduhaw tuha, ano kuu tebawo anu kuu tepodea,” pabitara.

“Pribadi bapak Harmin Ramba dan Ibu Dessy Indah Rahmat, kalau bukan bapak ibu, siapa lagi ?? kalau bukan sekarang kapan lagi ?? ijinkan kami sampaikan pesan didepan adat, jika tiba waktunya takdir menetapkan bapak ibu jadi pemimpin, maka tegakan adat selurus-lurusnya, jadilah pemimpin yang adil tidak memihak dan tidak berat sebelah, jadilah pemimpin amanah,” ujar pembicaraan adat.

Menyahuti permintaan pabitara, Harmin Ramba menyampaikan bahwa sebagai anak daerah yang lahir dan besar di tanah Konawe, ia berkomitmen untuk menjaga warisan budaya dan akan menjadi pemimpin yang berlaku adil kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Konawe.

“Anamotuo toono meohai laa pinokoowose, pinokolaluinggu, nggo ikeni ikaa petiro ando ine Kalo sara, keku pedaleii tewali ulu sala, nggo pule pulei ino O kambo, inggito ino luwuako O aso ika ariando, ino kalo sara nggo mbepokoasoando,” Harmin Ramba.

“Orang tua, keluarga, yang saya hormati dan saya banggakan, tempat kita melihat adalah kalosara, jika saya ditakdirkan menjadi pemimpin saya akan berlaku adil menyatukan semua keluarga dalam bingkai kalosara, kita semua adalah satu rumpun keluarga, dan kalosara yang akan mempersatukan kita semua,” jawab Harmin.

Adat mombesara merupakan prosesi adat suku Tolaki yang sampai saat ini terus dilestarikan sebagai bagian dari salah satu identitas budaya daerah Sulawesi Tenggara, menjadi penting pemimpin daerah ini untuk bisa menerima adat atau O sara. Karena impian dan cita-cita para leluhur agar warisan budaya seperti adat mombesara, lulo, bahasa tolaki tidak ditinggalkan.

Laporan : Redaksi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *