Seorang Maba Unilaki Jadi Korban Penganiayaan Senior, Kepala Dipukul Pakai Sepatu

oleh -2010 Dilihat
oleh
Ilustrasi

Muarasultra.com, KONAWE – Seorang calon mahasiswa baru (Maba) Universitas Lakidende (UNILAKI) bernama Siti Rosalina diduga menjadi korban perundungan dan penganiayaan oleh 4 orang seniornya.

Hal ini diungkapkan korban Siti Rosalina, usai melaporkan perbuatan 4 seniornya ke Polres Konawe.

Siti Rosalina mengungkapkan pada hari Rabu tanggal 18 September 2024 sekira pukul 15.00 Wita di Kampus, saat sedang mengikuti ospek tiba-tiba seorang senior yang ia tidak ketahui identitasnya menyuruh dia mengucapkan “KAK AINUN SAYA TUNGGU KITA DIRUANG OSPEK” sambil dividio.

Tidak lama kemudian pada saat saya sedang dikelas, senior saya bernama Ainun datang dan menyuruh saya untuk tunduk dan mengatakan “KENAPA KO CARI SAYA KURANG AJAR” namun saya hanya diam saja, tidak lama kemudian Ainun memukul kepala saya bagian kiri dan kanan tepatnya dibagian telinga dengan menggunakan sendal hak tinggi berwarna hitam miliknya sebanyak 1 (satu) kali, kemudian 3 orang perempuan senior saya yang tidak saya ketahui identitasnya yang merupakan teman dari Ainun juga ikut memukul saya di bagian kepala,” ujar korban, Sabtu (21/9/2024).

Lanjut Siti Rosalina, ia kembali mendapatkan penganiayaan pada hari Kamis, 19 September 2024 tepatnya di desa Anggopiu, Kecamatan Uepai.

“Saat itu saya sedang mengikuti ospek, kemudian senior saya Ainun bersama 3 senior lainnya datang melakukan pemukulan dan penganiayaan di kepala saya sebanyak satu kali. Atas tindakan ini saya keberatan dan melapor ke Polres Konawe,” ungkapnya.

Kasat reskrim Polres Konawe AKP Abdul Azis Husain Lubis melalui kanit I Pidana umum, IPDA Dr. Umar Sugeng saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan pengaduan dari korban.

“Korban sudah melapor, dan juga sudah di visum. Saat ini kami tengah menunggu hasil visum korban untuk melanjutkan proses pendalaman,” terang IPDA Umar.

Sementara itu pihak penanggung jawab kegiatan ospek mahasiswa baru Universitas Lakidende belum bisa dihubungi.

Laporan : Febri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *