Peristiwa

Rem Blong Arena Balap Diduga Tak Safety Jadi Malapetaka Road Race Koltim

Muarasultra.com, Kolaka Timur – Insiden kecelakaan pada saat Road Race Kejurda Putaran I Open Tournament Bupati Cup 2023 Kabupaten Kolaka Timur menuai reaksi keras dari berbagai pihak yang menyaksikan insiden tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media dari laporan kepolisian setempat sedikitnya 2 orang penonton mengalami patah tulang sedangkan pembalap mengalami luka sobek di tangan.

Kapolres Kolaka Timur, AKBP Yudhi Palmi dalam keterangan tertulisnya menyebutkan penyebab terjadinya insiden kecelakaan tersebut karena salah satu pembalap mengalami rem blong pada saat putaran free final Bebek 4 Tak 124cc Tu Mix Ex Mp4 (Novice) saat lintasan ke 5 hingga sang pembalap tak mampu mengendalikan kuda besi yang ia tunggangi.

“Pembalap atas nama Muhammad Reski Wijaya menagalami rem blom pada saat di tikungan kapsul dan pembalap tersebut tidak dapat mengendalikan motor yang dia gunakan sehingga menabrak panitia dan penonton yang sedang meyaksikan belapan tersebut,” jelas AKBP Yudhi, Minggu (8/5/23).

Detik-detik pembalap menabrak panitia di ajang road race Koltim.

Insiden kecelakaan tersebut membuat penonton menjadi panik, panitia balapan terpaksa menghentikan kegiatan tersebut untuk segera mengevakuasi korban kecelakaan.

Berberapa potongan video insiden tersebut viral setelah beredar di media sosial baik itu whatsapp, fb, ig maupun tik-tok.

Banyak yang menyangsikan panitia kegiatan Road Race Kejurda Koltim ini diduga tidak siap dan lalai terhadap keselamatan dan keamanan balapan hingga mengakibatkan malapetaka dalam kegiatan ini.

“Parahnya pwa, tidak ada benderanya. Panitia yang bikin aturan panitia juga yang langgar,” ujar salah satu penonton dalam sebuah potongan video.

Korban insiden kecelakaan dalam gelaran Road race Koltim.

Salah satu akun tik-tok @muhammad I*** juga mengatakan bahwa panitia membuat kegiatan tanppa memperhatikan standar keselamatan kegiatan.

“Bikin kegiatan baru tidak SOP, ” tulisnya.

@Diana
“Penontonnya terlalu dekat, baru masuk dalam arena, padahal sudah dikasi pembatas karung semoga semua baik-baik saja,” timpalnya.

Insiden kecelakaan ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak yang terlibat, tidak ada yang mengingat hal demikian namun nasi telah menjadi bubur pihak panitia tentu harus bertanggung jawab atas korban dalam insiden ini.

Laporan : Febri

admin

Recent Posts

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Desa Kumapo Nikmati Program Cetak Sawah 45,81 Hektare, Plt Kades Sampaikan Rasa Syukur

Muarasultra.com, KONAWE – Program konstruksi cetak sawah yang dilaksanakan oleh Kodam XIV/Hasanuddin dalam rangka mendukung…

8 menit ago

Kejari Konawe Limpahkan Kasus Penganiayaan Pelinawati ke Pengadilan, Mediasi RJ Gagal

Muarasultra.com, KONAWE – Upaya Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe untuk menyelesaikan perkara pidana di luar persidangan…

7 jam ago

Tingkatkan Kesiapan Kerja Generasi Muda, Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe Sukses Fasilitasi Program PKL SMK Terpadu Al Anshar ‎

Muarasultra.com, KONAWE — Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe secara resmi melaksanakan agenda pelepasan dan penarikan kembali…

22 jam ago

Optimalkan Reforma Agraria, Kanwil ATR/BPN Sultra Gelar Monev dan Diskusi Target Akses di Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe

Muarasultra.com, KONAWE – Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Bidang…

23 jam ago

Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe Laksanakan Pengambilan Sumpah Penerbitan Sertipikat Pengganti atas Nama Heriyani Muslimin

Muarasultra.com, KONAWE — Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe secara resmi melaksanakan kegiatan pengambilan sumpah terkait permohonan…

23 jam ago

Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe Dukung Fasilitasi Sidang Lapangan Perkara PTUN di Kecamatan Asinua ‎

‎Muarasultra.com, KONAWE — Jajaran Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa bersama Seksi Survei dan Pemetaan Kantor…

23 jam ago