Proyek Irigasi di Tuoy Konawe Disorot: Diduga Abaikan K3, Anak-Anak Bermain di Lokasi, Jalan Rusak, Warga Tak Pernah Disosialisasi

oleh -670 Dilihat
oleh
Lokasi Proyek rehabilitasi irigasi DI Wawotobi Tahap II, di Kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe.

Muarasultra.com, KONAWE — Proyek rehabilitasi jaringan irigasi D.I Wawotobi Tahap II yang tengah berlangsung di Kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, menuai kritik dari warga.

Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor PT SACNA dan PT Virama Karya. Proyek yang semestinya bertujuan mendukung ketahanan air pertanian itu justru diduga menimbulkan polemik di lapangan.

Berdasarkan hasil investigasi, pelaksanaan pekerjaan irigasi tersebut diduga tidak menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Di lokasi proyek, tidak tampak pengawasan yang memadai sehingga anak-anak bebas bermain di sekitar galian saluran dan material proyek yang berpotensi membahayakan keselamatan mereka.

“Anak-anak main di lokasi pekerjaan. Tidak pengawas proyek. Kalau sampai ada korban, siapa yang bertanggung jawab?” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya dengan nada khawatir.

Masalah lain yang dikeluhkan warga adalah kerusakan jalan akibat lalu-lalang kendaraan proyek. Jalan lingkungan yang semula dapat dilalui dengan baik kini berlubang dan licin, apalagi saat hujan. Kondisi ini mengganggu aktivitas warga.

Lebih memprihatinkan, proyek ini disebut-sebut berjalan tanpa sosialisasi terlebih dahulu kepada warga. Beberapa tokoh masyarakat mengaku tidak pernah menerima undangan rapat atau pemberitahuan resmi dari pelaksana proyek maupun dari pemerintah setempat.

“Kami sebagai warga sama sekali tidak tahu proyek ini. Harusnya kami disampaikan,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek. Upaya konfirmasi yang dilakukan media ini belum membuahkan hasil.

Aktivis pemantau proyek daerah, Ilham mendesak pemerintah untuk segera turun ke lapangan. “Kalau memang benar tidak ada K3, tidak ada sosialisasi, maka ini sudah melanggar prinsip pelaksanaan proyek pemerintah. Harus ada evaluasi, bahkan jika perlu dihentikan sementara sampai semua dipenuhi,” tegasnya.

Warga berharap adanya penanganan segera dari instansi teknis, agar proyek irigasi yang seharusnya memberi manfaat jangka panjang ini tidak malah menjadi sumber masalah baru bagi masyarakat sekitar.

Laporan : Febri Nurhuda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *