Polsek Abuki Proses Dugaan Penganiayaan di Desa Asolu, Pastikan Tidak Ada Keterlibatan Anggota TNI

oleh -968 Dilihat
oleh
Ilustrasi.

Muarasultra.com, KONAWE – Kepolisian sektor Abuki atau Polsek Abuki memastikan proses penanganan tindak pidana dugaan penganiayaan yang terjadi di desa Asolu berlangsung sesuai aturan yang berlaku.

Plh Kapolsek Abuki IPDA Harisman mengatakan saat ini pihaknya telah mengamankan tiga orang terduga pelaku penganiayaan terhadap seorang lelaki berinisil S (45).

“3 orang saat ini sudah kami amankan, ketiganya berinisial AJ, AS, dan A,” ujarnya.

Ketiga terduga pelaku masih berstatus saksi, dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan oleh unit reskrim.

“Ketiganya masih terduga, proses penyelidikan juga masih berlangsung,” ungkap IPDA Harsiman.

Perihal dugaan keterlibatan anggota TNI AU, plh Kapolsek Abuki IPDA Harisman memastikan hal ini tidak benar.

Salah satu warga desa Asolu, Adli mengatakan bahwa kronologi dugaan penganiayaan bermula saat acara lulo berlangsung.

“Saat itu pihak keluarga yang punya acara dan anak-anak meminta dj, walaupun hanya satu jam saja,” ungkap Adli.

Permintaan ini, disampaikan kepada pemilik elekton karena pihak tuan rumah dan anak-anak menjamin situasi aman dan terkendali.

Namun, permintaan ini ditolak pemilik elekton sehingga terjadi adu mulut antara S dan warga.

“Terjadi adu mulut hingga akhirnya ada yang memukul. Kalau keluarga tentara tidak ikut memukul justru mereka yang amankan korban ke Polsek Abuki sama-sama Pak Ambo anggota Polsek,” ungkap Adli.

Sedangkan Kepala Desa Asolu Hasruddin saat dihubungi mengatakan bahwa pihaknya melarang adanya joged bebas atau dj, sebab rawan terjadi perselisihan.

“Kami larang dj, kalaupun ada yang laksanakan itu menjadi tanggung jawab pemilik acara. Tapi kami dari pemerintah tegas melarang,” kata Kepala Desa Asolu.

Sebelumnya, seorang pemilik elekton berinisial S (45) menjadi korban pengeroyokan di Desa Asolu, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, pada Sabtu malam (6/7/2025).

Peristiwa ini diduga dipicu oleh penolakan penggunaan DJ dalam sebuah acara, yang kemudian memancing keributan hingga berujung kekerasan oleh sejumlah warga.

Laporan : Febri Nurhuda

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *