Muarasultra.com, KONAWE – Menu makanan bergizi gratis atau MBG yang dibagikan oleh SPPG di Kabupaten Konawe menuai keluhan dari masyarakat.
Menu keringan yang berisi roti, kacang, telur dan buah disebutkan jauh dari kata layak.
Terlebih lagi pemberian MBG di bulan suci ramadhan tidak tepat sebab anak-anak maupun para guru sedang melaksanakan ibadah puasa ramadhan.
Salah satu warga Konawe menyampaikan sebaiknya MBG tidak diberikan di bulan Ramadhan sebab anak-anak dan guru di sekolah sedang menjalankan ibadah puasa ramadhan.
“Kalau saya jangan, ini anak-anak lagi puasa kita ajarkan mereka tentang aqidah dan rukun islam,” ujar Lilis salah satu warga Konawe.
Ia juga mengatakan, program MBG tidak mencerminkan adab islam dan toleransi beragama. “Ramadhan hanya sekali setahun, jangan karena ambisi dunia, kalian abaikan ibadah orang, lalu lalang bawa makanan,” tegasnya.
Sementara itu, April menanyakan kapabilitas ahli gizi setiap SPPG di Konawe. Sebab makanan yang dibagikan hanya makanan kering tanpa susu ataupun air mineral
“Ini ahli gizinya lulusan mana dih? Nda ada gizinya ini, 5 biji rambutan,” ungkapnya.
Ia pun mengoreksi harga mbg per porsinya 10 – 15 ribu. Namun MBG yang diterima anak-anak di Konawe hanya porsi 5 ribu.
“Menurut saya, ini yang mereka bagi nda cukup 15 ribu per porsi, tarolah roti 3 ribu, kacang seribu, rambutan atau salak 2 ribu, total 6 ribu. Jadi anak-anak makan Mbg 6 ribu satu hari bukan 10-15 ribu,” bebernya.
Menanggapi hal ini, Korwil BGN Konawe, Novry Al Ikmansah menyebut bahwa menu yang diberikan telah memenuhi standar gizi.
Ia juga membantah roti yang diberikan tidak memiliki ijin edar atau sertifikat halal.
“Tentu saja ada perbedaan, sebagaimana roti-roti yang tidak ada labelnya itu, itu produk UMKM yang dimana disitu sudah ada sertifikat halal, IRT, dan SLAS. dan yang pasti, makanan yang disajikan sudah sesuai dengan standar gizi yang ditentukan,” ujarnya melansir Perskpknews.com
Disclaimer
Terhadap dugaan pernyataan Korwil BGN Konawe Novri Al Ikmansah yang sempat viral kami tarik dari Redaksi sebab pernyataan tersebut bukan dari yang bersangkutan.
Pernyataan tersebut ditulis salah satu wartawan media online. Atas kekeliruannya yang bersangkutan pun telah menyampaikan permintaan maaf
Laporan : Febri Nurhuda






