Pemdes Walay Gandeng BPBD Konawe Gelar Pelatihan Mitigasi Bencana

oleh -62 Dilihat
oleh
Suasana pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana (BPBD) Kabupaten Konawe.

Muarasultra.com, KONAWE – Dalam upaya mewujudkan Desa Tangguh Bencana (Destana), Pemerintah Desa (Pemdes) Walay, Kecamatan Abuki, menggelar pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana, Rabu (22/4/2016).

Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe, dengan melibatkan masyarakat yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).

Kepala Desa Walay, Miliadin, S.Sos, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan kesiapsiagaan bencana merupakan salah satu program yang tercantum dalam Indeks Desa Membangun (IDM). Oleh karena itu, setiap desa diwajibkan memiliki pengetahuan dasar terkait pencegahan dan mitigasi bencana.

“Ini merupakan program yang wajib dilaksanakan. Kita tidak pernah tahu kapan bencana datang, sehingga pengetahuan dasar tentang mitigasi bencana harus dimiliki oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan edukasi dasar kepada masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan dan mitigasi bencana yang dimulai dari lingkungan keluarga.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Bencana BPBD Konawe, Alfrida Yeurike, SE., MM., menjelaskan bahwa dalam pelatihan tersebut, pihaknya memberikan materi dasar kebencanaan kepada warga.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta keterampilan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana, baik sebelum, saat, maupun setelah terjadi,” jelasnya.

Selain itu, BPBD Konawe juga memberikan pendampingan dalam penyusunan dokumen kebencanaan desa, yang meliputi Kajian Risiko Bencana (KRB), Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), Rencana Kontinjensi (Renkon), serta Jitupasna (Pengkajian Kebutuhan Pascabencana) sebagai acuan dalam pemulihan wilayah pascabencana.

Diketahui, Desa Walay menjadi desa pertama di Kecamatan Abuki yang menyelenggarakan pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana.

Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu mendongkrak status desa menjadi lebih siap dan tangguh dalam menghadapi bencana.

Laporan : Redaksi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *