Miris, Anak SD di Konut Kedapatan Nonton Bareng Video Porno usai Sholat Maghrib

oleh -947 Dilihat
oleh
Ilustrasi.

Muarasultra.com, KONAWE UTARA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia (RI) nampaknya belum serius mengatasi peredaran situs pornografi di website.

Bagaimana tidak dari 30 juta situs pornografi, pemerintah baru memblokir 2 persen situs dewasa. (Komdigi : Semuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aplikasi Informatika, Kemenkominfo).

Akhirnya siapapun bisa mengakses situs fornografi termasuk anak-anak yang memiliki gadget atau HP android.

Seperti halnya yang terjadi baru-baru ini di Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sekelompok anak-anak SD kedapatan sedang asik nonton film dewasa di halaman Masjid usai melaksanakan sholat maghrib.

“Kondisi ini sangat memilukan, siswa kelas 5 SD, memiliki ratusan situs pornografi dan mereka nonton bareng dihalaman masjid setelah sholat, ini menjadi atensi pemerintah dan para orang tua untuk hati-hati memberikan HP anaknya,” ujar AIPDA Rusman, Bhabinkamtibmas Polsek Lasolo.

Ia mengungkap, situs tersebut diterima sang anak dari temannya. Ini menunjukkan situs pornografi telah beredar luas dan dimiliki oleh pelajar di Sulawesi Tenggara, khususnya di Wonua Oheo Konawe Utara.

“Anak ini mengatakan menerima situs porno dari kakak kelasnya yang masih kelas 1 SMP. Ini menandakan mata rantai (Situs Porno) yang sudah tersebar ke teman-temannya,” beber AIPDA Rusman.

Personil Polsek Lasolo inipun kembali mengingatkan para orang tua untuk bijak dan berhati-hati memberikan HP anaknya. Kemudian ia meminta agar pemerintah segera mengatasi peredaran situs porno.

“Ini menjadi tugas kita semua, pr kita semua, menjadi atensi pemerintah dan seluruh elemen bangsa untuk menyelamatkan anak-anak kita dari ancaman moral oleh peredaran situs pornografi,” pungkasnya.

Laporan : FN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *