Muarasultra.com, KONAWE – Sungguh malang nasib Tanti, perempuan tuna wicara (Bisu) berusia 27 tahun, asal desa Kukuluri, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, melahirkan seorang bayi laki-laki di sebuah kamar mandi Masjid Al Abral desa Pohara, Kecamatan Sampara.
Proses persalinan ini, Tanti lakukan tanpa bantuan dokter, bidan ataupun perawat namun ia lakukan sendiri, sungguh diluar nalar. Beruntung ada warga yang mendapatinya tengah beranak.
Kapolsek Sampara Ipda Fekri Jayati Agus Umar, SH dalam keterangan tertulisnya, Jum’at (2/5/2025) menjelaskan perempuan bernama Tanti merupakan warga desa Kukuluri, kecamatan Wawotobi.
Tanti wanita berkebutuhan khusus atau tuna wicara (Bisu). Didesanya Tanti tinggal bersama neneknya namun sebulan terakhir Tanti minggat dadi rumah neneknya dan memilih tinggal di desa Pohara, Kecamatan Sampara dirumah salah satu warga bernama Rosmawati (tak ada hubungan keluarga dengan korban).
Tanti diduga meninggalkan rumah karena takut ketahuan hamil sebab korban diketahui belum menikah (lajang). “Nenek korban sempat menanyakan kepada korban apakah dia hamil menggunakan bahasa isyarat, namun korban selalu menghindar jika ditanya soal tersebut,” ungkap Kapolsek Sampara.
Selanjutnya, korban kemudian minggat dari rumah neneknya. Korban menuju desa Pohara diantar oleh temannya perempuan yang juga bisu. Korban kemudian tinggal di desa Pohara.
Pagi tadi sekitar pukul 09.00 Wita, Tanti merasakan sakit di perut dan bergegas ke kamar mandi Masjid Al Abral, warga yang telah mengetahui korban hamil mengikuti korban.
Dan benar saja, warga bernama Samsiah menemukan perempuan tersebut sementara jongkok didalam WC dengan kondisi Kepala Bayi sudah keluar.
Melihat situasi tersebut , warga masyarakat kemudian membatu perempuan Tuna Wicara dalam proses melahirkan dan membantu mengurusi bayi laki-laki tersebut.
“Warga selanjutnya membawah Ibu dan Bayi ke Puskesmas Sampara guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Saat ini Ibu dan Bayi sudah mendapat penanganan medis di Puskesmas Sampara dengan jenis kelamin bayi yaitu laki – laki, berat 2,2 kg. Ibu dan Bayi dalam keadaan sehat,” ungkap Kapolsek Sampara.
Setelah video korban melahirkan viral di medsos, dan dilakukan komunikasi kepada pihak pemerintah kecamatan Wawotobi dan desa Kukuluri akhirnya keluarga korban Tanti datang di Puskesmas Sampara untuk menjemput Tanti dan anaknya pulang di desa Kukuluri.
“Korban bersama anaknya sudah dijemput oleh keluarganya, bersama kepala desa Kukuluri untuk dibawa kembali ke rumah neneknya di Desa Kukuluri, Kecamatan Wawotobi, dari Puskesmas Sampara,” Pungkas IPDA Fekri Jayati.
Laporan : Febri Nurhuda






