Muarasultra.com, KONAWE — Tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Konawe, yakni SPPG Anggaberi, Arombu dan Ambekairi 2, menggelar peringatan milad satu tahun dengan berbagai kegiatan positif yang sarat makna kebersamaan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 8 September 2026. Selain menjadi momentum refleksi perjalanan satu tahun, kegiatan milad juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan silaturahmi, rasa persaudaraan dan kekompakan di antara pengelola, relawan serta seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rangkaian kegiatan diisi dengan yasinan bersama yang dilaksanakan oleh masing-masing divisi. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memanjatkan doa sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Tak hanya kegiatan keagamaan, pengelola masing-masing yayasan juga memberikan penghargaan atau reward kepada relawan terbaik dan teladan di setiap divisi.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi, kedisiplinan dan kerja keras para relawan yang selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung operasional dapur SPPG.
Koordinator Wilayah (Korwil) Program MBG Kabupaten Konawe, Novry Al Ikmansah, mengatakan peringatan satu tahun tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pihak dalam menjalankan Program MBG.
Ia berharap Program MBG benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Konawe, khususnya para pelajar.
“Harapan kami MBG benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Konawe, khususnya para pelajar,” ujar Novry.
Menurutnya, Program MBG memiliki tujuan yang sangat mulia karena tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan makanan bergizi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Program tersebut diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sehingga mereka dapat tumbuh sehat, memiliki energi untuk belajar dan lebih siap mengikuti proses pendidikan di sekolah.
Di Kabupaten Konawe, keberadaan Program MBG juga memberikan dampak yang lebih luas. Program tersebut telah memberikan manfaat kepada ribuan anak, ibu hamil, guru dan tenaga kependidikan yang menjadi bagian dari penerima manfaat.
Di sisi lain, pelaksanaan program juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui keterlibatan tenaga kerja lokal. Ribuan tenaga kerja telah direkrut sebagai relawan untuk mendukung berbagai aktivitas operasional SPPG, mulai dari proses persiapan bahan makanan, pengolahan, pengemasan hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Dampak ekonomi juga dirasakan melalui penyerapan hasil pertanian dan peternakan masyarakat. Kebutuhan bahan pangan untuk mendukung penyediaan makanan bergizi menjadi peluang bagi para petani, peternak dan pelaku usaha lokal untuk memasok produk mereka.
Dengan demikian, Program MBG tidak hanya dipandang sebagai program pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga memiliki potensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat di daerah.
Novry menambahkan, keberhasilan pelaksanaan MBG membutuhkan kerja sama dan komitmen dari berbagai pihak. Mulai dari pengelola SPPG, relawan, yayasan, sekolah, orang tua, pelaku usaha, petani, peternak hingga masyarakat secara luas.
“Program MBG ini memiliki tujuan yang sangat mulia dan merupakan cita-cita besar Bapak Presiden Republik Indonesia. Karena itu, kita harus bersama-sama menjaga agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi seluruh relawan dan pengelola SPPG yang selama satu tahun terakhir telah bekerja dengan penuh tanggung jawab dalam mendukung pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, penghargaan kepada relawan teladan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, kedisiplinan dan rasa tanggung jawab.
Momentum milad satu tahun SPPG Anggaberi, Arombu dan Ambekairi 2 sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan bergizi, tetapi juga oleh semangat kebersamaan, kepedulian dan komitmen seluruh pihak yang berada di balik pelaksanaannya.
Dengan semangat tersebut, keberadaan SPPG di Kabupaten Konawe diharapkan terus berkembang dan mampu menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung terciptanya generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Laporan : Febri Nurhuda







