Muarasultra.com, KONAWE – Sebelumnya puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Lentera Aspirasi Masyarakat Sultra menggelar aksi demontrasi di depan Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Konawe, Rabu (29/11/2023).
Mahasiswa ini menuntut agar Baleho yang terpasang di Billboard Kelurahan Wawotobi (Depan Kantor Camat Wawotobi) segera di buka karena papan reklame atau billboard tersebut masih memiliki kontrak dengan pihak penyewa pertama.
Menanggapi hal itu Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Masyarakat Tolaki Indonesia (HMTI) Muhammad Hajar menyayangkan aksi yang dilakukan oleh Mahasiswa tersebut.
Kata Hajar, jika persoalan pajak penghasilan dari papan reklame yang menjadi konsen atau sorotan Mahasiswa, pihaknya sangat mendukung dan siap berada di garis depan, namun sayang, justru persoalan Baleho yang menjadi sorotan para Mahasiswa.
“Sangat disayangkan Mahasiswa mengurusi Baleho, pertanyaannya apakah Mahasiswa kita hari ini sudah terlibat politik praktis??,” sesalnya.
Aktivis senior ini juga menegaskan seharusnya kaum intelektual atau Mahasiswa memperjuangkan hak-hak mendasar masyarakat bukan malah memperjuangkan hak partai politik.
“Kan ada wasitnya kalau persoalan baleho, kemudian Baleho itu bukan mereka punya lantas kemudian mengeluarkan pernyataan Kembalikan baleho kami sebagai pihak penyewa yang sah, ini Mahasiswa ataua peserta pemilu??,” kata Hajar.
Kemudian Muhammad Hajar juga meminta kepada pihak Kepolisian resor Konawe agar tidak lagi mengeluarkan izin pelaksanaan aksi demontrasi karena saat ini telah masuk tahapan kampanye.
“Kepada Polres Konawe agar tidak lagi mengeluarkan izin aksi demontrasi karena saat ini tahapan kampanye, jangan sampai hal-hal yang dapat mengganggu kondisi kamtibmas terjadi,” pungkasnya.
Laporan : Febri





