Muarasultra.com, KONAWE UTARA – Kepala Desa Andeo, Kecamatan Lasolo, Konawe Utara Imran Moita menepis tudingan dari salah satu warganya yang menyebutkan bahwa program RTLH di desa Andeo diduga fiktif.
Imran menegaskan program RTLH yang ada di desa Andeo bukan pembangunan bangunan rumah baru namun pengadaan bahan bangunan RTLH.
“Ini salah tafsir, bukan bangunan baru namun bahan bangunan, makanya fisiknya tidak nampak,” ujar Imran.
Selanjutnya, kata Kades Andeo semua dokumentasi penyerahan bantuan, berita acara dan daftar penerima ada.
“Tidak ada yang fiktif dalam program RTLH kami salurkan semua dimasyarakat,” jelasnya.

Senada dengan hal itu, Sekdes Andeo menerangkan terkait dugaan pemotongan dana bantuan yang disebutkan oleh salah satu warga desa Andeo itu tidak benar dan hanya mengada ada.
Dan yang perlu diketahui dan dipahami bahwa berita acara kegiatan adalah program pengadaan bahan bangunan bukan pembangunan.
“Jelas bunyi berita acaranya pengadaan bahan bukan pembangunan, kalau pembangunan baru sasarannya rumah tangga baru dan anggarannya bukan hnya 5 juta saja pasti diatasnya,” tutupnya.
Sebelumnya diberitakan Program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RLTH) di desa Andeo, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara diduga fiktif.
Warga menyebutkan bahwa bangunan RTLH di desa Andeo tidak ada, sedangkan penjelasan kepala Desa Andeo RTLH yang dimaksud bukanlah pembangunan namun pengadaan bahan bangunan.
Laporan : Febri






