Inflasi di Kabupaten Konawe Periode Juni 2024 Terkendali

oleh -786 Dilihat
oleh

Muarasultra.com, KONAWE – Badan Pusat Statistik atau BPS Kabupaten Konawe kembali merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kabupaten Konawe untuk periode juni 2024.

Pada Juni 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Kabupaten Konawe sebesar 1,51 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,26.

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan bakau sebesar 3,65 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,04 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,46 persen; kelompok transportasi sebesar 1,40 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,03 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/ restoran sebesar 0,58 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,59 persen.

Pj Bupati Konawe Dr. Harmin Ramba, SE. MM. pimpin kegiatan gerakan pangan murah di Pasar Tradisional Asinua.

Beberapa indeks kelompok pengeluaran lainnya mengalami penurunan, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,57 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,19 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,99 persen. Adapun kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan indeks.

Tingkat deflasi month to month (m-to-m) Kabupaten Konawe bulan Juni 2024 sebesar 0,52 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Kabupaten Konawe bulan Juni 2024 sebesar 0,64 persen.

Dari data yang disajikan dapat disimpulkan inflasi di Kabupaten Konawe masuk dalam kategori terkendali.

Atas capaian tersebut, Pj Bupati Harmin Ramba mengapresiasi dan mengucapkan terima kasihnya atas kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara atas capaian terjadinya penurunan inflasi di daerahnya.

Menurut Harmi Ramba Bulan Juni 2024 kemarin, tingkat inflasi di Kapupaten Konawe pada terendah Se Provinsi Sulawesi Tenggara, berada pada YoY 1,51 Persen. Sedangkan Mounth to Mounth (MtM) mengalami Deflasi sebesar -0,52 persen.

“Terima kasih atas kerjasama semua OPD yang telah mendukung data Inflasi di Kabupaten Konawe. Sementara MtM mengalami deflasi,” ujar Harmin Ramba, Senin, (1/7/2024).

Pj Bupati Konawe Dr. Harmin Ramba, SE. MM. saat mengunjungi pasar tradisional Kelurahan Asinua.

Penyebab Deflasi, kata Harmin Ramba dimana pada disuatu periode dimana harga-harga secara umum mengalami penurunan dan nilai uang bertambah.

“Ekonomi di konawe juga mengalami deflasi dan akan menunjukkan gejala harga-harga dan upah menurun,” urai Harmi Ramba.

Selain itu, lanjut Harmin, pada bulan Juni dirinya telah mengikuti zoom meeting bersama Gubernur dan Walikota Seluruh Indonesia yang di pimpin oleh Mendagri RI, Tito Karnavian.

Rapat itu, membahas Pelaksaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) dalam Rangka Penanggulangan Kejadian Luar Biasa Polio.

“Mendagri Tito Karnavian juga menekankan kepada Gubernur, Bupati dan Walikota agar mempertimbangkan situasi terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Poliomylitis atau Penyakit Polio pada 6 (enam) provinsi yaitu Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Harmin Ramba kunjungi warga yang terdampak bencana dan berikan bantuan sandang, pangan dan papan.

“Hal itu, perlu dilakukan upaya masif dengan cakupan tinggi dan merata untuk memutus transmisi virus polio,” pesan Tito seperti dikutip Pj Bupati Konawe, Harmin Ramba.

Sehubungan dengan hal tersebut, kata Tito melalui Harmin Ramba, Bupati diarahkan untuk melaksanakan langkah-langkah mendukung pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN).

Selain itu juga, Harmin mebgungkapkan, Mendagri berpesan agar Bupati memastikan ketersediaan sumber daya yang memadai dan berkelanjutan di daerah masing-masing.

Laporan : Febri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *