Muarasultra.com, KONAWE – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Konawe saat ini tengah melakukan proses pencairan Honor kepala desa dan aparat desa.
Sebagaimana diketahui, honor kepala desa dan aparat melekat dalam anggaran dana desa atau ADD.
Kepala BPKAD Kabupaten Konawe Santoso menyebut sebahagian desa sudah cair, namun sebagian masih dalam proses.
“Sebagian sudah, sebagian masih proses, saat ini masih ada gangguan server SIPD,” ujar Santoso. Selasa (4/10/2025).
Santoso bilang ADD yang dicairkan yakni periode September – Oktober (Dua Bulan).
Sementara itu, salah satu aparat desa di Konawe mengeluhkan pemotongan honor guna kepentingan pameran desa yang digelar di STQ Unaaha.
“Untuk aparat desa 300 – 500 per orang, saya tidak tau kalau BPD,” ujar salah satu aparat yang enggan disebutkan namanya.
Ia menyebutkan pemotongan honor ini digunakan untuk membiayai operasional pameran pembangunan desa yang berlangsung selama enam hari dari tanggal 5 – 10 Oktober.
“Pa desa bilang untuk pameran,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala desa yang bersangkutan saat ditemui di Lokasi Pameran mengaku untuk kegiatan ini ia harus merogoh 15 – 20 juta rupiah dana pribadinya.
Anggaran ini kata Kades digunakan untuk biaya, pembenahan stand pameran, baleho, lampu hias, dekorasi, dan biaya operasional sehari-hari.
“Kalau 15 juta sedikit, dekorasi stand saja hampir 5 juta sudah dengan lampu hias, baleho satu juta lebih, yang membengkak biaya operasional atau biaya hari-hari (Makan dan Kopi), saya kalau ke unaaha bawa dua mobil. 1 mobil Pick up. Keduanya pasti pakai bensin, selama pembuatan stand pameran hingga penutupan biaya pasti lebih dari 15 juta,” ungkap sang Kades.
Meski demikian, ia mengaku tetap ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini sebab kewajiban atas perintah dari pemerintah daerah kabupaten Konawe.
Laporan : Febri Nurhuda






