Muarasultra.com, KONAWE SELATAN – Beredar sebuah video yang memperlihatkan arogansi PT WIN di Torobulu membentak emak-emak yang melakukan aksi penolakan aktivitas tambang di desa Laeya, Kecamatan Torobulu, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu.
Video berdurasi 43 tersebut dibagikan oleh salah satu akun tik-tok @Rinaldi11 pada tanggal 25 Oktober 2023.
Nampak dalam video beberapa masyarakat melakukan aksi protes dilokasi penambangan PT WIN, namun salah seorang pria bertopi l, kaca mata hitam, berbaju putih dengan logo mirip Kemenpora mendekati masyarakat dan membentak emak-emak.
Tak terima wargapun melawan. “Woi jangan bentak-bentak istriku,” ucap salah satu pria dalam video singkat itu.
Video tersebut menuai reaksi keras dari para pengguna media sosial, beragam komentar pun tak luput dari video yang menunjukkan arogansi perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan tersebut.
Salah satu akun tik-tok @aziz***** dalam kolom komentar mengatakan, “dimana ada perusahaan disitu masyarakat berhadapan dengan aparat. Apakah aparat sekarang pelindung perusahaan??”
Kemudian akun @ I Love *** menuliskan komentar “kenapa hanya diam silahkan anda simpulkan sendiri ada apa dibalik semua ini,” tulisnya.
@miamo*** “kenapa bupatinya tidak turun,”
dan di jawab “sudah pak, tapi bupati malah memberi rekomendasi,” jawab akun @rinaldi.
Terpisah KTT PT WIN Iman saat dikonfirmasi melalui telepon dan pesan singkat enggan menjawab.
Aksi penolakan aktivitas PT WIN di Konawe Selatan terus berdatangan dari berbagai kelangan, mulai aktivitis lingkungan, pemerhati kebijakan hingga masyarakat setempat.
Hal ini berkaitan dengan perilaku PT WIN yang melakukan penambangan di pemukiman warga yang dipastikan membahayakan keselamatan warga hari ini, esok dan nanti.
Laporan : Febri







