Bappeda Konawe Gelar Sosialisasi Pembinaan Desa/Kelurahan Cinta Statistik (DESCAN) 2025

oleh -280 Dilihat
oleh

Muarasultra.com, Konawe – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kab. Konawe menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Desa/Kelurahan Cinta Statistik (DESCAN) Tahun 2025 pada 30/4/25 , Aula BAPPEDA.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong desa dan kelurahan untuk melek data serta meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan dan pemanfaatan data statistik untuk perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kab. Konawe, Dinas Kominfo, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kecamatan Tongauna, Kelurahan Sendang Mulyasari,Kelurahan Mekarsari, Kelurahan Watundehoa, Kelurahan Uepai, Kelurahan Tobeu, Kelurahan Asinua, Kelurahan Wawotobi, Kelurahan Bose – Bose, Kelurahan Toriki, dan Kelurahan.

Program DESCAN, kami berharap desa dan kelurahan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi subjek yang aktif dalam mengelola dan menggunakan data secara mandiri dan berkelanjutan.

Program Desa/Kelurahan Cinta Statistik (DESCAN) merupakan inisiatif kolaboratif antara Bappeda, BPS, dan pemerintah desa/kelurahan, yang bertujuan menciptakan budaya statistik mulai dari tingkat paling bawah pemerintahan. Melalui pembinaan ini, desa dan kelurahan akan mendapatkan pelatihan mengenai pengumpulan, pengelolaan, penyajian, dan pemanfaatan data statistik sektoral.

Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi langkah awal dalam menjaring desa dan kelurahan yang akan menjadi pilot project DESCAN 2025, yang nantinya akan mendapatkan pendampingan intensif selama satu tahun.

Salah satu peserta, Kelurahan Sendang Mulyasari menyambut baik kegiatan ini. “Kami sangat antusias mengikuti program DESCAN karena ini akan sangat membantu kami dalam menyusun perencanaan pembangunan yang berdasarkan pada data riil di lapangan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan desa dan kelurahan di wilayah [nama daerah] dapat meningkatkan kapasitasnya dalam tata kelola data dan mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif, partisipatif, dan berbasis bukti.

Laporan : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *