Muarasultra.com, KONAWE – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Konawe kembali menuai sorotan atau pro dan kontra.
Bukan soal buah berulat atau makanan basi namun kali ini MBG disajikan dalam bentuk kue kering dengan isian roti, kacang dan buah.
Unggahan inipun ramai di media sosial, Facebook, instagram maupun reels tiktok.
Roti tanpa merek, tidak ada izin peredaran ataupun label halal. Buah disesuaikan kebutuhan kepala SPPG. Ada rambutan, ada klengkeng, ada salak, ada juga anggur.
Salah satu warga Konawe menyampaikan sebaiknya MBG tidak diberikan di bulan Ramadhan sebab anak-anak dan guru di sekolah sedang menjalankan ibadah puasa ramadhan.
“Kalau saya jangan, ini anak-anak lagi puasa kita ajarkan mereka tentang aqidah dan rukun islam,” ujar Lilis salah satu warga Konawe.
Ia juga mengatakan, program MBG tidak mencerminkan adab islam dan toleransi beragama. “Ramadhan hanya sekali setahun, jangan karena ambisi dunia, kalian abaikan ibadah orang, lalu lalang bawa makanan,” tegasnya.
Sementara itu, April menanyakan kapabilitas ahli gizi setiap SPPG di Konawe. Sebab makanan yang dibagikan hanya makanan kering tanpa susu ataupun air mineral.
“Ini ahli gizinya lulusan mana dih? Nda ada gizinya ini, 5 biji rambutan,” ungkapnya.
Ia pun mengoreksi harga mbg per porsinya 10 – 15 ribu. Namun MBG yang diterima anak-anak di Konawe hanya porsi 5 ribu.
“Menurut saya, ini yang mereka bagi nda cukup 15 ribu per porsi, tarolah roti 3 ribu, kacang seribu, rambutan atau salak 2 ribu, total 6 ribu. Jadi anak-anak makan Mbg 6 ribu satu hari bukan 10-15 ribu,” bebernya.
Atas kondisi ini, warga Kabupaten Konawe berharap perhatian pemerintah dalam hal ini kordinator SPPG di Sultra maupun di Konawe, agar melakukan evaluasi penyaluran MBG. Bukan hanya mengejar keuntungan tetapi memastikan makanan yang disiapkan, layak, sesuai standar gizi dan sehat.
Laporan : Febri Nurhuda







