Wisata Bahari Waworaha Terancam Lenyap Ditelan Pembangunan Jetty Storage Tank Milik PT Wisan Petro Energi (WPE)

oleh -806 Dilihat
oleh
Wisata Bahari di desa Waworaha, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Muarasultra.com, Konawe – Polemik rencana pembangunan Jetty Storage Tank di kawasan perairan wisata Desa Waworaha, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, kembali mengemuka setelah sebelumnya sempat meredup.

PT Wisan Petro Energi (WPE) selaku penggagas proyek menggelar sosialisasi pada Kamis (21/8/2025) yang turut dihadiri Kepala Desa Waworaha, Ketua BPD, dan Camat Soropia. Namun, alih-alih meredakan isu, kegiatan ini justru kembali memantik kontroversi lama.

Saat dikonfirmasi soal agenda sosialisasi, Kepala Desa Waworaha, Samsidin, tidak memberikan respons meski dihubungi melalui telepon maupun pesan WhatsApp oleh awak media.

Praktisi pariwisata Sultra, Ahmad Nizar, menilai proyek Jetty Storage Tank berpotensi menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan pariwisata bahari di Waworaha yang tengah berkembang pesat.

“Kalau Jetty Storage Tank berdiri di perairan wisata Waworaha, maka prospek pengembangan wisata di sana akan redup, bahkan bisa gulung tikar,” tegas Nizar.

Ia juga menyoroti sejumlah aspek hukum dan tata ruang yang perlu dikaji, termasuk ketentuan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Konawe serta status kawasan mangrove. Menurutnya, kabar adanya penerbitan Surat Keterangan Tanah (SKT) di kawasan tersebut patut ditelusuri lebih lanjut.

“Kalau status mangrove sudah masuk APL, maka bisa saja keluar SKT untuk penguasaan lahan. Tapi kabarnya memang ada SKT yang diterbitkan. Itu perlu dicek kebenarannya,” ujarnya.

Selain itu, Nizar juga menyinggung status pengajuan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) oleh PT WPE yang disebut telah dua kali ditolak. Ia menilai proses sosialisasi perusahaan dan pemerintah desa masih minim melibatkan masyarakat terdampak langsung, seperti nelayan, pelaku wisata, pemerhati lingkungan, hingga mahasiswa.

“Penerimaan atau penolakan harus lahir dari aspirasi murni masyarakat, bukan sekadar formalitas,” tambahnya.

Saat ini, kawasan perairan Waworaha tengah tumbuh sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat. Selain aktivitas nelayan, kawasan tersebut kerap dikunjungi wisatawan untuk menyelam, snorkeling, hingga menjadi lokasi penelitian mahasiswa berbagai perguruan tinggi.

Namun, potensi wisata dan kelestarian ekosistem laut di Waworaha kini dikhawatirkan terancam jika kawasan tersebut dialihfungsikan menjadi lokasi Jetty Storage Tank. Selain meredupkan sektor pariwisata, perubahan peruntukan juga berpotensi merusak ekosistem laut dan mangrove yang menjadi penyangga lingkungan pesisir.

Laporan : Febri Nurhuda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *