Pakai Atap Bekas Berdiding Kayu, Potret Memilukan SMA Negeri Padangguni di Kabupaten Konawe

oleh -678 Dilihat
oleh

Muarasultra.com, Konawe — Keterbatasan ruang belajar membuat siswa SMA Negeri 1 Padangguni, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, terpaksa mengikuti pelajaran di kelas darurat. Bangunan sederhana itu berdinding kayu dan beratap bekas, dibangun secara swadaya oleh orang tua siswa bersama pihak sekolah.

Sekolah yang berdiri di Desa Mekar Jaya pada 2023 itu menempati lahan seluas satu hektare. Saat awal beroperasi, sekolah hanya memiliki tiga ruang permanen hasil dana aspirasi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara. Satu ruangan difungsikan sebagai kantor, dua ruang lainnya dipakai bergantian untuk kegiatan belajar-mengajar kelas X dan XI.

“Keterbatasan bangunan ini membuat kami membatasi jam belajar anak-anak. Ada yang masuk pagi sampai siang, lalu diganti kelas lain dari siang sampai sore,” kata Kepala SMA Negeri 1 Padangguni, Junaiddin, Kamis, 7 Agustus 2025.

Proses belajar mengajar di SMA Negeri 1 Padangguni.

Saat ini, sekolah memiliki 129 siswa dan 21 tenaga pengajar. Menurut Junaiddin, pihaknya sudah berulang kali mengajukan proposal bantuan ke pemerintah provinsi, namun belum mendapat tanggapan. “Saya sudah lima kali mengusulkan proposal, tapi belum rezeki. Katanya masih ada sekolah yang lebih penting,” ujarnya.

Tahun ini, Junaiddin kembali mengajukan proposal bantuan dan telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sultra. “Kemarin saya ketemu Pak Kadis, insya Allah dia akan bantu di perubahan anggaran dari 12 proposal kegiatan yang saya ajukan. Mudah-mudahan, tapi kalau belum ada saya disuruh bersabar,” kata dia.

Keterbatasan sarana membuat jam belajar siswa tidak terpenuhi maksimal. Untuk siswa kelas XII, pihak sekolah mendirikan ruang darurat dengan biaya swadaya dari orang tua siswa dan kepala sekolah.

Kondisi bangunan sekolah SMA Negeri 1 Padangguni.

Sementara itu, dinas pendidikan dan kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara belum bisa dikonfirmasi ihwal kondisi ini.

(**)

Laporan : Redaksi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *