USN Kolaka Berdayakan Karang Taruna Bina Bahari Hakatutobu dalam Pelestarian Laut Melalui Apartemen Ikan Berbasis EcoLink

oleh -667 Dilihat
oleh

Muarasultra.com, KOLAKA – Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka melalui Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diketuai oleh Cahyo Wijayanto, S.Pi., M.Si., beraggotakan Dr. Nenni Asriani, S.Kel dan Hanif Kurniadi, S.E., M.B.A., CDMP dibantu mahasiswa melaksanakan program pemberdayaan pemuda pesisir di Desa Hakatutobu, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka.

Program ini melibatkan Karang Taruna Bina Bahari sebagai mitra utama dan bertujuan memperkuat kapasitas pemuda dalam pelestarian ekosistem laut sekaligus mengembangkan wisata bahari berkelanjutan di Teluk Sopura. Pemberdayaan ini merupakan hasil pendanaan Dari Hibah DRTPM Kemendiktisaintek Tahun 2025.

Persiapan kegiatan telah dimulai sejak Juni 2025 melalui koordinasi, penyusunan jadwal, serta penyediaan alat dan bahan. Memasuki Juli 2025, tim PKM bersama Karang Taruna melaksanakan rangkaian pelatihan yang meliputi pemasaran digital wisata, edukasi pemandu wisata, serta pelatihan pembuatan apartemen ikan berbasis BioReeftek. Adapun Pemasangan Apartemen ikan dilakasanakan pada bulan Agustus 2025.

Pelatihan pemasaran digital yang dipandu oleh Hanif Kurniadi, S.E., M.B.A., CDMP, memberikan pengetahuan tentang strategi promosi wisata melalui media sosial, pembuatan konten kreatif, hingga teknik branding destinasi wisata. Di sisi lain, Dr. Nenni Asriani, S.Kel., melatih peserta mengenai keterampilan pemandu wisata agar mampu memberikan pelayanan prima dan edukatif kepada pengunjung.

Sementara itu, pelatihan teknologi konservasi yang dibawakan oleh Cahyo Wijayanto, S.Pi., M.Si., berfokus pada pembuatan dan pemasangan apartemen ikan berbasis BioReeftek. Struktur buatan ini dirancang ramah lingkungan untuk memperkaya keanekaragaman hayati laut sekaligus menjadi daya tarik wisata bawah laut. Instalasi apartemen ikan nantinya akan disusun membentuk pola khas dan dipadukan dengan transplantasi terumbu karang dalam konsep EcoLink, yakni integrasi konservasi dengan wisata edukatif.
Menurut Ketua Karang Taruna Bina Bahari, Amsar, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pemuda desa dalam mengembangkan wisata bahari yang berkelanjutan.

“Kami belajar bukan hanya cara menjaga laut, tetapi juga bagaimana memanfaatkan teknologi konservasi untuk mendukung ekonomi kreatif berbasis wisata,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, pada bulan Oktober 2025 akan dilakukan Monitoring apartemen ikan dan transplantasi karang di perairan Teluk Sopura. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan stok ikan, memperbaiki ekosistem laut, serta membuka peluang ekonomi baru kreatif melalui aktivitas wisata bahari bagi masyarakat, khususnya pemuda.

Ketua Tim PKM, Cahyo Wijayanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung ekonomi biru dan pariwisata berkelanjutan. “Kami ingin membekali Karang Taruna Bina Bahari dengan keterampilan praktis, mulai dari pemasaran digital hingga teknologi konservasi laut, agar mereka mampu mandiri mengembangkan wisata bahari berbasis kearifan lokal,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Karang Taruna Bina Bahari, M.Jabar S, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pemuda desa. “Kami tidak hanya diajarkan menjaga laut, tetapi juga cara memanfaatkan potensi wisata bahari sebagai peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” katanya.

Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam pengentasan kemiskinan, penyediaan pekerjaan layak, penanganan perubahan iklim, serta pelestarian ekosistem laut.

Dengan sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, Teluk Sopura diharapkan berkembang sebagai destinasi wisata bahari edukatif yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan laut.

Laporan : Redaksi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *