Terkuak PT. Citra Puridian Lestari Pemilik Proyek Irigasi Mangkrak di Konawe

oleh -34 Dilihat
oleh
Proyek rehabilitasi saluran irigasi di desa Momea, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe.

‎Muarasultra.com, KONAWE – Misteri proyek rehabilitasi saluran irigasi di desa Momea, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akhirnya terkuak.

‎Berdasarkan informasi dari sumber internal mengungkap bahwa proyek ini merupakan paket pekerjaan inpres APBN tahun 2025.

‎Proyek ini dikerjakan oleh PT Citra Puridian Lestari (CPL). Sebuah perusahaan yang bergerak dibidang jasa konstruksi dan kontraktor yang beroperasi di wilayah Sulawesi Tenggara dan sekitarnya.



‎Proyek ini menelan anggaran puluhan miliar namun sayangnya proyek ini tidak selesai dengan baik dan hanya menyisakan galian dan batuan terbengkalai alias mangkrak.

‎Salah satu pekerja proyek ini mengatakan proyek ini dimenangkan oleh PT Citra Puridian Lestari.

‎Pihaknya bersama para pekerja lainnya berinisiatif berhenti dan meninggalkan pekerjaan sebab pihak PT CPL tidak membayarkan hak-hak pekerja.

‎”Kontrak subkont kami hanya 1 M, yang belum dibayar paling 250-300jt. Masih tahap awal,” Ujar pekerja yang meminta agar identitasnya dirahasiakan.


‎”Iya benar bang. Kami belum dibayarkan serupiah pun,” katanya menambahkan.

‎Ia pun menyampaikan nama dan kontak pihak perusahaan dalam hal ini PT Citra Puridian Lestari untuk keperluan konfirmasi.

‎M. Sidik Triyanto selaku direktur perusahaan PT CPL saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp maupun sambungan telepon memilih bungkam meski pesan terkirim dan telepon tersambung (Berdering).

‎Begitupun, Komisaris Perusahaan PT CPL bernama Rusman saat dikonfirmasi juga memilih bungkam dan tidak memberikan jawaban.



‎Sebelumnya, Kepala Desa Momea Jumar Lakarama menyesalkan proyek irigasi mangkrak diwilayahnya.

‎Ia menyampaikan, dari awal pekerjaan ini sudah tidak beres tak ada pemberitahuan kepada pemerintah desa setempat.

‎Ia pun berharap agar pihak-pihak yang bertanggung jawab menyelesaikan proyek tersebut dan tidak membiarkan terbengkalai.

‎”Dari awal ini pekerjaan mereka tidak ada penyampaian ke kami tiba-tiba ada eksa menggali, ada material dan ada orang kerja. Nanti sudah ditegur baru mereka menyurat,” ungkap Jumar Lakarama.



‎Laporan : Febri Nurhuda

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *