Muarasultra.com, KENDARI – Puluhan aktivis di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang tergabung dalam Gerakan Persatuan Mahasiswa Indonesia (GPMI) menggelar aksi demontrasi di sejumlah titik di kota Kendari. Jum’at (10/10/2025).
Aksi ini digelar sebagai bentuk kekecewaan atas dugaan penistaan agama yang terjadi beberapa waktu lalu. Dugaan inipun sudah dilaporkan oleh beberapa organisasi keagamaan di Polda Sultra.

Dalam aksi unjuk rasa ini, demonstran mebakar ban serta membawa baleho bertuliskan “Tolak Kedatangan Presiden – Menteri Agama – Copot Kakanwil Kemenag Sultra.
Demontrasi ini menarik perhatian publik sebab, digelar di malam hari saat tamu nasional Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) XXVIII tiba di Sulawesi Tenggara.

Peristiwa ini menjadi catatan buruk bagi pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara, disaat kegiatan nasional berlangsung para tamu bukannya disambut dengan tarian dan karang bunga tetapi dengan pengeras suara yang menggema di sudut ibu kota Sulawesi Tenggara.
Laporan : Febri Nurhuda







