Muarasultra.com, KONAWE – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan peserta didik SMA Negeri 15 Konawe dalam ajang Lomba Tari Lulo Kreasi yang diselenggarakan UPTD Museum dan Taman Budaya Sulawesi Tenggara.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada 26–27 Agustus 2026 di Gedung Pusat Kesenian Taman Budaya Sulawesi Tenggara, Kendari, tim tari SMAN 15 Konawe berhasil meraih predikat Juara Favorit.
Ajang tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk menyalurkan kreativitas sekaligus mengenal dan mengembangkan seni budaya daerah di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi.
Lomba Tari Lulo Kreasi diikuti puluhan SMA dan SMK dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. Para peserta menampilkan kreasi tari Lulo dengan mengedepankan unsur tradisi, kreativitas, kekompakan, serta kemampuan seni masing-masing.
Bagi SMAN 15 Konawe, pencapaian tersebut bukan sekadar soal piala dan penghargaan. Lebih dari itu, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa ketika siswa diberikan ruang, perhatian, bimbingan, dan kesempatan untuk berkembang, mereka mampu menunjukkan potensi terbaiknya.
Kepala SMAN 15 Konawe, Juniadin, S.Pd., MM, mengatakan pihak sekolah terus mendorong peserta didik untuk mengembangkan bakat dan minat mereka, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Menurutnya, anak-anak membutuhkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan karakter, kreativitas, seni, olahraga, dan berbagai potensi positif lainnya.
“Prestasi ini kami harapkan menjadi motivasi bagi siswa untuk terus belajar dan mengembangkan bakat serta prestasinya, terutama di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi,” ujar Juniadin.
Ia menegaskan, sekolah memiliki tanggung jawab untuk memberikan perhatian dan pendampingan kepada peserta didik agar mereka dapat mengarahkan energi dan potensinya pada kegiatan-kegiatan yang positif.
“Anak-anak perlu mendapatkan perhatian dan bimbingan ke arah yang positif. Sekolah berkomitmen memberikan pembinaan terbaik agar siswa dapat berkembang dan meraih cita-citanya,” katanya.
Juniadin menambahkan, keberhasilan siswa dalam bidang seni merupakan bagian dari proses pendidikan. Menurutnya, kegiatan seni juga dapat membentuk rasa percaya diri, kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah.
Pendidikan dan Pelestarian Budaya
Semangat tersebut sejalan dengan pentingnya pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga membentuk karakter dan jati diri generasi muda.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangeruka dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Pendidikan perlu diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter, kreativitas, keterampilan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan budaya daerah.
Dalam konteks itu, pelestarian seni tradisional melalui lingkungan sekolah menjadi bagian penting dari proses pendidikan generasi muda Sulawesi Tenggara.
Lomba Tari Lulo Kreasi yang digelar UPTD Museum dan Taman Budaya Sultra menjadi salah satu wadah untuk mempertemukan pendidikan dan kebudayaan. Para pelajar tidak hanya belajar tampil di atas panggung, tetapi juga belajar memahami warisan budaya dan mengemasnya secara kreatif sesuai perkembangan zaman.
Capaian sebagai Juara Favorit menjadi penyemangat untuk terus memberikan ruang tumbuh bagi peserta didik.
Sekolah berharap prestasi tersebut menjadi awal dari lahirnya lebih banyak talenta muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat, percaya diri, mencintai budaya daerah, serta mampu membawa nama baik sekolah dan Kabupaten Konawe di berbagai ajang.
Untuk diketahui, SMAN 15 Konawe beralamat di Jalan Lahasa, Kelurahan Tawanga, Kecamatan Konawe, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Sekolah ini telah terakreditasi B dengan Nomor SK Akreditasi 38/BANP-SM/SULTRA/SK/XI/2018 pada tanggal 25 November 2018.
Laporan: Febri Nurhuda







