Muarasultra.com, KONAWE – Rafika Grup Morosi sukses merebut gelar juara UFC Volleyball Cup II setelah menaklukkan Felusia Luale Motunggo dalam partai grand final yang berlangsung sengit hingga lima set.
Strategi blok tiga pemain pada set penentuan menjadi salah satu kunci kemenangan tim Morosi dalam turnamen bola voli putri yang digelar di Lapangan Voli ICP Konawe, Selasa (27/10/2026).
Pertandingan final menyuguhkan persaingan ketat antara dua tim terbaik turnamen. Setelah melewati pertarungan panjang, Rafika Grup Morosi akhirnya memastikan kemenangan pada long set dengan skor 15-4.
Kemenangan tersebut sekaligus menutup rangkaian UFC Volleyball Cup II yang mendapat sambutan meriah dari masyarakat dan pencinta bola voli di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, Ferdinand, yang mewakili pemerintah daerah, menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara, sponsor, seluruh peserta, serta masyarakat yang telah mendukung suksesnya turnamen tersebut.
Menurut Ferdinand, kompetisi ini tidak hanya menyajikan pertandingan menarik, tetapi juga menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus wadah bagi atlet-atlet bola voli putri untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
“Izin, Pak Bupati. Kita sudah melihat langsung antusiasme masyarakat pada malam final hari ini. Masyarakat berharap kegiatan ini kembali digelar melalui turnamen serupa pada tahun mendatang,” ungkap Ferdinand.
Antusiasme penonton tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi penyelenggara dan pemerintah daerah untuk terus mendukung kegiatan olahraga yang mampu mempertemukan atlet, menghibur masyarakat, sekaligus mendorong pembinaan bola voli di Konawe.
Penyerahan piala kepada para juara dilakukan langsung oleh Bupati Konawe Yusran Akbar, didampingi Wakapolres Konawe Kompol Hasrudin dan Ketua TP PKK Kabupaten Konawe, Hj. Hania.
Kepala Desa Morosi, Santoso, yang juga bertindak sebagai manajer Rafika Grup Morosi, mengaku bangga atas keberhasilan timnya meraih gelar juara pertama.
Dirinya menilai kemenangan tersebut merupakan buah dari kekompakan, kerja sama, dan perjuangan seluruh pemain yang mampu menjaga semangat hingga pertandingan berakhir.
“Alhamdulillah, kami berhasil menjadi juara pertama di turnamen UFC Volleyball ini. Kemenangan ini berkat kekompakan tim dan perjuangan bersama sampai titik terakhir,” ungkap Santoso seusai pertandingan.
Menurutnya, laga final berlangsung ketat dan menguras tenaga. Kedua tim harus melewati lima set sebelum Morosi memastikan kemenangan pada set penentuan atau long set dengan skor 15-4.
Santoso menjelaskan, perubahan strategi menjadi faktor penting ketika pertandingan memasuki fase krusial. Timnya menerapkan pola pertahanan dengan menempatkan tiga pemain untuk melakukan blok, sehingga serangan lawan lebih sulit menembus pertahanan Morosi.
“Pertandingan tadi memang cukup sengit sampai lima set. Alhamdulillah, pada long set kami mengubah strategi dengan memasang tiga pemain untuk melakukan blok. Strategi itu membuat pemain lawan kesulitan menembus pertahanan kami,” jelasnya.
Strategi tersebut, ditambah kekompakan dan komunikasi antarpemain, membantu Rafika Grup Morosi melewati tekanan pada set penentuan sekaligus mengunci gelar juara.
UFC Volleyball Cup II juga memberikan apresiasi kepada tim-tim yang berhasil menempati posisi terbaik. Total hadiah yang disediakan mencapai Rp100 juta, termasuk penghargaan untuk pemain terbaik dan dua klub dengan ketentuan khusus terkait komposisi pemain.
Berikut rincian hadiah turnamen yakni Juara I: Rafika Grup Morosi — Rp50.000.000, Juara II: Felusia Luale Motunggo — Rp25.000.000, Juara III: Epeea Club — Rp15.000.000, Juara IV: Felusia Tina Motinggo — Rp10.000.000. Paniti juga memberikan penghargaan kepada pemain terbaik dan dua klub tanpa pemain luar.
Keberhasilan Rafika Grup Morosi menjadi juara menutup turnamen dengan persaingan yang ketat sekaligus memperlihatkan potensi atlet bola voli putri di Sulawesi Tenggara.
Dengan dukungan penyelenggara, pemerintah daerah, sponsor, dan masyarakat, UFC Volleyball diharapkan dapat kembali digelar pada tahun mendatang serta berkembang menjadi ajang kompetisi dan pembinaan atlet yang lebih besar.
Laporan: Redaksi







