Muarasultra.com, KONAWE UTARA – Beredar video puluhan warga di Konawe Utara terlibat cekcok hingga saling ancam menggunakan senjata tajam jenis samurai, Minggu (17/12/2023).
Video yang terdiri dari 3 bagian dengan durasi berbeda itu memperlihatkan puluhan warga saling debat dan tarik menarik sebuah kain putih, sebagian warga menggunakan baju bertuliskan PT TIRAN INDONESIA.
Merespon hal ini Humas PT Tiran Indonesia H La Pili mengatakan bahwa warga yang terlibat dalam insiden tersebut bukanlah karyawan atau pekerja PT TIRAN INDONESIA.
“Bahwa ada yang pakai baju PT Tiran Indonesia, itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan PT Tiran, mungkin saja si pemakai baju itu dulu pernah kerja atau pernah bermitra dgn PT Tiran atau bisa juga didapat dari keluarganya mereka yang kerja di PT Tiran Indonesia,” jelas H La Pili, Senin (18/12/2023).
Selain itu berdasarkan penjelasan Kapolsek Wiwirano IPDA Enos Kadang bahwa dua pihak yang terlibat dalam insiden itu adalah Konflik Permasalahan antara PT KDI dengan kelompok masyarakat yang tergabung dalam TLT (Tolaki Lingkar Tambang).
“Atas persoalan lahan yang digunakan oleh PT KDI yang belum tuntas penyelesaiannya dengan masyarakat,” jelasnya.
Lebih jauh, IPDA Enos menyebut pemicu terjadinya cekcok antar kedua pihak adalah ganti rugi lahan masyarakat dengan perusahaan PT KDI.
“Semua sudah kondusif, kami selalu menghimbau kepada semua pihak untuk menahan diri dan menjaga situasi tetap kondusif,” tutupnya.
Laporan : Febri






