Muarasultra.com, KONAWE – Proyek penanggunglangan banjir sungai Konaweeha milik PJSA di desa Langgonawe, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) disebut-sebut menggunakan material batu gajah dari Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Demikian disampaikan salah satu sopir truk pengangkut material batu gajah kepada awak media, Rabu (15/10/2026).
Ia menyebutkan, Proyek dengan nilai kontrak 12,9 Miliar awalnya menggunakan material batu dari kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe.
Namun karena selalu mendapatkan sorotan terkait perizinan, pihak penyedia jasa memilih untuk menggunakan batu dari Konawe Utara yang dikabarkan memiliki IUP batuan beserta RKAB.
”Diawal itu kita ambil di Amonggedo, tapi sekarang di Sawa karena didemo terus,” ujar Asep (Samaran-Red).
Sementara itu, Kapolsek Sawa IPTU La Ode Billhuda saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan di kecamatan Sawa terdapat aktivitas pertambangan batu gamping milik PT Wirsha Mineral Indonesia.
”Informasi PT Wirsha ada izin dan RKABnya,” jelasnya.
Perusahaan ini mungkin yang menyuplai material batu gajah dilokasi proyek milik CV Rezeki Putra Perkasa di desa Langgonawe, Kecamatan Wonggeduku.
Sementara itu, hingga berita ini terbit awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak PT Wirsha Mineral Indonesia.
Laporan: Febri Nurhuda







