Penyakit HIV Ramai di Kendari, Dinkes Temukan 147 Kasus hingga Juli 2026, Tiga di Antaranya Balita

oleh -97 Dilihat
oleh

Muarasultra.com, Kendari – HIV mengintai Kota Kendari. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari menemukan 147 kasus HIV sepanjang Januari hingga Juli 2026. Dari jumlah tersebut, tiga kasus ditemukan pada balita yang diduga tertular dari ibu saat kehamilan.

‎Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kendari, Ellfi, mengatakan 147 kasus itu ditemukan setelah pihaknya memeriksa sekitar 8 ribu orang yang masuk dalam kelompok berisiko HIV.

‎Dari 147 kasus tersebut, 121 kasus merupakan laki-laki dan 26 kasus perempuan. Berdasarkan kelompok usia, kasus terbanyak berada pada rentang 25–49 tahun dengan 82 kasus.

‎Ellfi menyebut temuan HIV pada tiga balita menjadi perhatian karena berkaitan dengan kondisi ibu saat mengandung. “Untuk anak ini sebenarnya sudah kami sasar dari ibu hamilnya. Tidak boleh ada ibu hamil di Kendari yang tidak mengetahui status HIV-nya,” kata Ellfi, Kamis (3/9/2026).

‎Menurut Ellfi, ibu hamil yang tidak mengetahui status HIV berisiko menularkan virus kepada bayi. Karena itu, pencegahan dapat dilakukan sejak masa kehamilan apabila status HIV diketahui lebih awal.

‎Dinkes Kota Kendari akan memberikan pengobatan kepada ibu hamil yang terdeteksi HIV. Petugas juga menyiapkan langkah pencegahan saat persalinan agar bayi tidak tertular.

‎Sejumlah ibu hamil yang terdeteksi HIV, kata Ellfi, telah mendapatkan pengobatan. Upaya tersebut berhasil mencegah bayi yang mereka lahirkan terinfeksi HIV.

‎Namun, Dinkes masih menghadapi kendala karena sebagian ibu hamil tidak mengakses layanan kesehatan selama kehamilan. Kondisi itu terutama ditemukan pada ibu hamil yang berasal dari luar Kota Kendari.

‎“Biasanya ketahuan saat akan melahirkan. Ada yang tidak pernah datang ke layanan kesehatan selama kehamilan atau bisa juga menyembunyikan status HIV-nya,” ujarnya.

‎Ellfi menambahkan, sebagian ibu hamil merasa tidak memiliki risiko tertular HIV. Padahal, petugas tidak dapat mengetahui riwayat pasangan tanpa pemeriksaan.

‎Untuk memperluas penemuan kasus, Dinkes Kota Kendari kini tidak hanya mengandalkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan. Petugas juga melakukan penjangkauan langsung kepada kelompok sasaran di luar fasilitas kesehatan.

‎Dinkes menggandeng sejumlah pihak eksternal untuk membantu menjangkau masyarakat yang sulit ditemui. Langkah tersebut dilakukan karena masih ada masyarakat yang enggan terbuka mengenai status kesehatannya.

‎“Kalau kami dibantu pihak-pihak yang bisa mendekatkan dengan sasaran, insyaallah pelaksanaannya akan lebih mudah. Alhamdulillah, kami sudah berprogres,” lanjutnya.

‎Dinkes memastikan pemeriksaan HIV di Kota Kendari dapat dilakukan secara gratis. Seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kota Kendari telah dapat memberikan layanan pemeriksaan atau deteksi dini HIV.

‎Sementara untuk pengobatan HIV, terdapat tujuh fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan tersebut, yakni Puskesmas Perumnas, Puskesmas Lepolepo, Puskesmas Kemaraya, Puskesmas Poasia, RSUD Kota Kendari, RSUD Bahteramas, dan RS Santa Anna.

‎Sumber: kendariinfo

‎Laporan : Redaksi

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *