Jembatan Teluk kendari.
Muarasultra.com, KENDARI – Jembatan Teluk Kendari di Jalan W. R. Supratman, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), kini tampil berbeda pada malam hari setelah diterapkannya sistem pencahayaan artistik yang dirancang untuk memperkuat daya tarik visual sekaligus menegaskan posisinya sebagai landmark Kota Kendari.
Permainan cahaya dengan konsep modern membuat bentang jembatan terlihat lebih hidup dan estetik. Sorotan lampu yang menyatu dengan struktur jembatan menciptakan tampilan visual baru yang mudah dikenali, terutama pada malam hari. Pencahayaan artistik Jembatan Teluk Kendari saat ini masih dalam masa uji coba.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPJN 2.2 Sulawesi Tenggara, Bagus Aditya Wardhana, mengatakan pemasangan pencahayaan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan nilai strategis dan estetika Jembatan Teluk Kendari sebagai ikon kota.
“Jembatan Teluk Kendari merupakan landmark kota yang memiliki nilai strategis dan estetika. Karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan daya tarik visualnya, terutama pada malam hari,” kata Bagus melansir informasi dari Kendariinfo.com
Menurutnya, sistem pencahayaan artistik dan modern dipilih untuk menonjolkan karakter arsitektur jembatan sekaligus menciptakan suasana kota yang lebih dinamis. Pencahayaan tersebut dirancang agar tidak sekadar berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga memperkuat identitas visual kawasan Teluk Kendari.
Bagus menuturkan, dengan konsep tersebut, Jembatan Teluk Kendari tidak hanya berperan sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi elemen visual kota yang menambah nilai estetika ruang publik, khususnya pada malam hari.
Berbeda dengan pihak BPJN, warga Sultra menyebut pencahayaan jembatan teluk kendari tidak estetik dan terkesan menyeramkan, apalagi diwaktu malam hari.
“Mengerikan, kalau malam itu kaya kita lagi difilm horor. Nda adaka warna lain yang lebih tenang, masa merah,” ujar salah satu warga kendari Sulham.
Begitupun kata warga kota kendari. Siti Hajar Ia menilai pencahayaan Jembatan bukan menunjukkan keindahan Jembatan tetapi lebih ke suasana mencekam.
“Horor, nda cocok kalau warna merah,” katanya.
Laporan : Redaksi
Muarasultra.com, KOLAKA - Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) kembali melaksanakan penertiban aset negara di wilayah…
Muarasultra.com, Pekalongan - Staf Ahli (Sahli) Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah Kementerian Agraria dan…
Muarasultra.com, Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengapresiasi…
Muarasultra.com, Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyerahkan…
Muarasultra.com, JAKARTA - Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak masyarakat untuk segera menyertipikatkan…
Muarasultra.com, Jakarta - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka…