Berita

Jalur Siluman PPPK Kota Kendari, Uang 60 Juta Milik Satu Keluarga di Konsel Raib

Muarasultra.com, Kendari – Dugaan penipuan dan penggelapan dengan modus kelulusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) melalui jalur siluman terjadi di Kota Kendari. Seorang wanita berinisial W dan seorang pria berinisial IT dilaporkan ke Polresta Kendari setelah diduga menipu satu keluarga dengan total kerugian mencapai Rp60 juta.

Korban asal Konawe Selatan (Konsel) berinisial MI (35) mengatakan, laporan tersebut dibuat pada Rabu (24/12/2025), sementara peristiwa dugaan penipuan terjadi sekitar November 2025. MI menjelaskan, awalnya orang tuanya mendapat tawaran dari W yang menjanjikan kelulusan PPPK di lingkup Pemerintah Kota Kendari.

“W mengaku memiliki rekan berinisial IT yang disebut-sebut sebagai sopir Wali Kota Kendari. W juga mengklaim telah bertemu langsung dengan Wali Kota Kendari sehingga membuat orang tua saya percaya,” paparnya, Selasa (30/12).

Karena yakin, orang tua MI kemudian merekomendasikan enam anggota keluarganya untuk mengikuti proses tersebut. Keenam orang itu diminta mengumpulkan berkas yang selanjutnya diserahkan kepada W dan diteruskan ke IT.

Beberapa waktu kemudian, IT mengirimkan surat keputusan (SK) PPPK kepada enam orang tersebut melalui W dan meminta mereka bersiap mengikuti pelantikan.

Menjelang jadwal pelantikan pada 15 Desember 2025, IT meminta uang masing-masing Rp10 juta kepada keenam korban dengan alasan biaya pengurusan dan kelancaran proses pelantikan.

“Total uang yang diserahkan mencapai Rp60 juta,” tambahnya.

Namun, saat hari pelantikan yang dijanjikan tiba, tidak ada kejelasan. W dan IT sulit dihubungi dan tidak memberikan penjelasan. Merasa tertipu, MI akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polresta Kendari dan berharap laporan itu segera ditindaklanjuti. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap iming-iming kelulusan PPPK melalui jalur tidak resmi.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan tidak pernah memiliki sopir berinisial IT dan membantah keras keterlibatan dirinya dalam kasus tersebut. Ia menegaskan akan menindak tegas siapa pun yang menjual namanya atau meminta uang dengan dalih kelulusan PPPK.

“Itu bukan sopir saya, tidak kenal. Saya sudah sering ingatkan anggota ku agar jangan coba-coba menjual nama saya atau siapa pun demi kelulusan PPPK. Kalau ada, saya tindak tegas, kita proses hukum,” pungkasnya.

Laporan : Redaksi

admin

Recent Posts

Sinergi Kelembagaan, Kantah Konawe dan Polres Konawe Perkuat Kolaborasi Penanganan Kasus Pertanahan

Muarasultra.com, KONAWE – Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Konawe terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan kepastian hukum…

39 menit ago

Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe Gelar Rapat Ekspose dan Penandatanganan Kerja Sama Kegiatan Penanganan Akses Reforma Agraria ‎

Muarasultra.com, KONAWE - Kantor Pertanahan Kabupaten Konawe menggelar Rapat Ekspose dan Penandatanganan Kegiatan Penanganan Akses…

43 menit ago

Sri Sultan Hamengkubuwono X: Indonesia Butuh Insan Pertanahan yang Mampu Baca Peta Sekaligus Memahami Manusia

Muarasultra.com, ‎Sleman - Gubernur D.I. Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menilai Indonesia membutuhkan insan pertanahan…

47 menit ago

Pukuli Istri, Pria Ganteng Asal Turki Ditangkap Polresta Kendari

Muarasultra.com, KENDARI — Perselisihan rumah tangga berujung proses hukum di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).…

6 jam ago

Rekomendasi DPRD Tidak Dihitung, Pembangunan Gerai Indomaret Tetap Berjalan, DPD LIRA Konawe Geruduk DLH dan Perindag

Muarasultra.com, KONAWE — Dewan Pimpinan Wilayah Lumbung Informasi Rakyat (DPW LIRA) Konawe menggelar aksi demonstrasi…

7 jam ago

Lewati Masa Kritis, Plt Kadis Dikbud Konawe Ahmad Djauhari Jalani Perawatan Intensif di RS Husada Jakarta ‎

Muarasultra.com, JAKARTA - Pelaksana tugas (PLt) Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe, Ahmad…

7 jam ago